JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), emiten infrastruktur milik Grup Salim, sukses membalikkan kerugian menjadi laba di tahun buku 2024. Setelah sebelumnya mencatat rugi sebesar Rp 235 miliar, perusahaan kini meraih laba bersih Rp 331 miliar.
Perubahan signifikan ini tak lepas dari pertumbuhan sektor non-tol seperti energi terbarukan dan air bersih. Kontribusi dari PT Energi Infranusantara (EI) mencapai Rp 15 miliar, sedangkan PT Potum Mundi Infranusantara (POTUM) yang mengelola air bersih menyumbang Rp 8 miliar.
Bisnis Jalan Tol Masih Jadi Tulang Punggung
Meski sektor energi dan air bersih menunjukkan kinerja menjanjikan, jalan tol tetap menjadi lini utama pendapatan META.
Melalui entitas PT Margautama Nusantara (MUN) yang saat ini tidak lagi dikonsolidasikan, perusahaan memperoleh kontribusi laba sebesar Rp 152 miliar serta penyesuaian ekuitas senilai Rp 201 miliar.
Totalnya, kontribusi MUN ke META tercatat Rp 352 miliar.
Namun, secara konsolidasi, META mengalami penurunan signifikan dalam pendapatan dan EBITDA. Pendapatan turun 68% yoy menjadi Rp 293 miliar, sementara EBITDA terkoreksi tajam 89% menjadi Rp 49 miliar. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh dekonsolidasi MUN dari laporan keuangan perusahaan.
Kinerja MUN Terus Meningkat
Walaupun tidak lagi tercatat dalam laporan konsolidasi META, performa MUN justru menunjukkan penguatan operasional. Pendapatan usaha MUN meningkat 13% yoy menjadi Rp 828 miliar.
Kenaikan ini dipicu oleh volume trafik dan penyesuaian tarif di ruas Tol Pondok Aren–Serpong (BSD) serta Tol Makassar yang dikelola oleh PT Makassar Airport Network (MAN).
Laba usaha MUN pun turut terdongkrak sebesar 9,3% menjadi Rp 364 miliar dari sebelumnya Rp 333 miliar.
Yang paling mencolok, laba tahun berjalan MUN melonjak 244% menjadi Rp 377 miliar. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan tol, peningkatan laba entitas asosiasi, dan efisiensi beban keuangan.
Strategi Konsolidasi Aset dan Diversifikasi Bisnis
Menghadapi tahun 2025, META yang tengah dalam proses go private akan menggenjot penjualan dari sektor air bersih dan energi terbarukan.
Perusahaan juga berkomitmen mengonsolidasikan seluruh lini usaha dan aset strategisnya.
Hal ini mencakup seluruh infrastruktur jalan tol baik yang dimiliki langsung maupun melalui anak usaha, termasuk layanan pendukung seperti pengelolaan rest area dan proyek konstruksi tol baru.
Tidak hanya itu, aksi korporasi META dalam mengakuisisi 35% saham PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) juga memperkuat kontribusi dari sektor jalan tol dan meningkatkan sinergi lintas entitas.
Keyakinan Manajemen Atas Prospek Masa Depan
Direktur Utama META, Ramdani Basri, menyatakan bahwa meski ketidakpastian global menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari, perusahaan tetap yakin terhadap masa depan yang berkelanjutan.
“Dengan sinergi antarunit usaha, kami optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan,” ujar Ramdani dalam keterangan resminya, Minggu (20/4/2025).
Menurutnya, strategi kolaboratif dan pendekatan inovatif yang diterapkan META menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga daya saing dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor infrastruktur nasional.











