FintechKeuangan

Metode Pembayaran Favorit: Tantangan COD di E-Commerce

119
Metode Pembayaran Favorit Tantangan COD di E-Commerce
KiriminAja optimalkan layanan pengiriman dengan inovasi untuk atasi tantangan COD, dukung UMKM dan pertumbuhan ekonomi di era digital.

Tantangan Metode COD dalam Industri Logistik

Industri logistik di Indonesia menghadapi tantangan besar karena tingginya penggunaan metode Cash on Delivery (COD) dalam transaksi e-commerce. Pada tahun 2022, COD menyumbang 84% dari total transaksi e-commerce nasional senilai Rp200 triliun. Banyak pelanggan memilih COD karena mereka ingin memastikan barang yang dipesan sampai terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.

Namun, penggunaan metode COD tidak lepas dari sejumlah kendala. Pembeli yang tidak merasa telah memesan atau malah membatalkan pesanan ketika barang tiba menjadi masalah utama. Hal ini mengganggu efisiensi proses pengiriman dan menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Fariz GTJ, Founder & CEO KiriminAja, menyampaikan bahwa tantangan tersebut perlu segera diatasi agar kepercayaan antara penjual dan pembeli tetap terjaga dan operasional logistik dapat berjalan dengan lancar.

Perubahan Tren Metode Pembayaran

Survei dari Jakpat pada tahun 2024 menunjukkan bahwa metode pembayaran e-wallet kini menjadi pilihan utama bagi konsumen, dengan 77% pengguna memilih metode ini karena kepraktisannya. Meski begitu, COD masih tetap populer dan digunakan oleh 62% konsumen.

Selain e-wallet, metode mobile dan internet banking dipilih oleh 50% pengguna, sementara Paylater atau peer-to-peer (P2P) lending semakin diminati oleh 27% konsumen. Transfer via ATM juga tetap menjadi alternatif bagi 25% pengguna. Data ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pembayaran yang mengindikasikan fleksibilitas dan keanekaragaman metode pembayaran di pasar e-commerce, yang harus direspon dengan inovasi teknologi dari penyedia layanan logistik.

Inovasi KiriminAja dalam Mengoptimalkan Layanan

KiriminAja, sebuah perusahaan teknologi logistik berbasis agregator, terus berkembang pesat untuk membantu pelaku usaha mengoptimalkan layanan pengiriman. Sejak berdiri hampir lima tahun lalu, KiriminAja telah melayani lebih dari 220.000 pelanggan di seluruh Indonesia.

Fariz GTJ menjelaskan bahwa KiriminAja berperan sebagai platform integrator yang menggabungkan berbagai layanan ekspedisi, sehingga memudahkan para pengguna dalam memilih layanan pengiriman terbaik. Dalam menghadapi persaingan yang ketat di sektor logistik, perusahaan ini fokus pada inovasi dan peningkatan kualitas layanan, bukan hanya berfokus pada perang harga. “Kami ingin membangun nilai tambah melalui keandalan pengiriman dan kepuasan pelanggan,” ujar Fariz GTJ.

Fitur-Fitur Unggulan KiriminAja

KiriminAja telah meluncurkan berbagai fitur inovatif untuk mengatasi kendala yang timbul dari metode COD. Pertama, terdapat fitur Integrasi Multi Ekspedisi yang memungkinkan pelanggan memilih layanan terbaik sesuai kebutuhan mereka. Fitur ini membantu mempercepat proses pengiriman dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kedua, fitur Rilis Dana COD memungkinkan pencairan dana lebih cepat, sehingga pelaku usaha tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pembayaran atas penjualan mereka. Fitur Undelivery pun hadir untuk memantau kendala pengiriman, terutama ketika terjadi pembatalan pesanan, sehingga masalah dapat segera diatasi.

Selain itu, KiriminAja menyediakan layanan customer support 24 jam untuk memastikan setiap kendala pelanggan dapat ditangani secara cepat dan efektif. Laporan pengiriman yang akurat dan transparan juga diberikan kepada pengguna agar mereka dapat memantau setiap tahap proses pengiriman dengan jelas.

Kemitraan Strategis dan Nilai Tambah untuk UMKM

KiriminAja telah menggandeng sejumlah brand ternama, seperti Aerostreet, Benings, Cover Super, Natasha, Paragon, dan Plugo. Kerjasama ini semakin mengukuhkan posisi KiriminAja sebagai mitra andalan bagi UMKM dan online seller. Penawaran spesial yang ditawarkan juga membantu menekan biaya operasional melalui ongkos kirim yang lebih kompetitif, sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan profitabilitas dan mengembangkan bisnis mereka secara lebih efisien.

Dampak Ekonomi dan Harapan Masa Depan

Dalam kondisi ekonomi yang mempengaruhi daya beli masyarakat, volume pengiriman cenderung menurun. Fariz GTJ menyatakan, “Ketika daya beli menurun, volume pengiriman juga ikut berkurang. Kami berharap pertumbuhan ekonomi ke depan semakin membaik agar bisnis UMKM dan logistik bisa kembali meningkat.”

Optimisme ini mencerminkan keyakinan bahwa dengan inovasi dan peningkatan kualitas layanan, ekosistem logistik akan kembali tumbuh dan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Inovasi teknologi yang diterapkan oleh KiriminAja diharapkan menjadi model bagi perusahaan logistik lainnya untuk menciptakan ekosistem pengiriman yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pasar.

Metode COD, meskipun populer, menghadirkan tantangan signifikan dalam industri logistik. Namun, melalui inovasi teknologi dan peningkatan kualitas layanan, KiriminAja berhasil mengatasi kendala tersebut. Integrasi multi ekspedisi, fitur rilis dana COD, dan layanan customer support 24 jam menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi pengiriman dan kepuasan pelanggan.

Dengan kemitraan strategis dengan berbagai brand ternama, KiriminAja mendukung pertumbuhan UMKM dan online seller, serta diharapkan dapat berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan mendasari upaya terus-menerus perusahaan dalam mengembangkan solusi logistik yang inovatif dan berdaya saing tinggi di era digital.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version