BisnisPerdagangan & Industri

MIND ID Percepat Proyek SGAR Fase II, Target Operasi 2025

108
MIND ID Percepat Proyek SGAR Fase II Target Operasi 2025
MIND ID melalui Inalum dan Antam melanjutkan pembangunan SGAR Fase II di Mempawah dengan target operasi penuh pada 2025, dukung industri aluminium nasional.

JAKARTA, BursaNusantara.com – BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), mengumumkan percepatan pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2025, melengkapi SGAR Fase I yang telah memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

Peningkatan Kapasitas Produksi Alumina Nasional

Dengan pengembangan SGAR Fase II, total kapasitas produksi alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, akan mencapai 2 juta ton per tahun. Proyek ini merupakan langkah strategis dalam mendukung hilirisasi industri pertambangan nasional.

Saat ini, proyek berada dalam tahap penyelesaian Bankable Feasibility Study (BFS) dan Final Investment Decision (FID) yang dijadwalkan rampung pada 2025. Kedua dokumen ini akan menjadi dasar untuk memulai tahapan Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Hilirisasi Bauksit dan Penguatan Rantai Pasok

Sebagai bagian dari strategi hilirisasi, Inalum juga akan membangun smelter aluminium baru untuk menyerap alumina yang dihasilkan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri aluminium nasional yang saat ini membutuhkan pasokan sekitar 1,2 juta ton per tahun.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo, menyatakan bahwa proyek SGAR Fase II akan meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia.

“Kami melihat kebutuhan aluminium nasional terus meningkat. Oleh karena itu, kami memperkuat suplai dan rantai pasok agar dapat mendukung industrialisasi sektor manufaktur Indonesia di masa depan,” ujarnya, Jumat (28/3).

Potensi Ekonomi dan Keberlanjutan Industri

Selain memperkuat industri, pengembangan SGAR Fase II juga diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Proyek ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,5% pada 2025, meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pemerataan ekonomi di daerah.

Dilo menambahkan bahwa MIND ID juga akan memperkuat eksplorasi cadangan bauksit guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku.

“Cadangan bauksit nasional saat ini mencapai 158,83 juta ton, sementara kebutuhan produksi akan terus meningkat di masa depan,” jelasnya.

Langkah ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan ekonomi Indonesia semakin berdaulat dan menuju Indonesia Emas.

Target Pengiriman Perdana Alumina ke Smelter Inalum

Direktur Utama Inalum, Ilhamsyah Mahendra, mengungkapkan bahwa pengiriman perdana alumina dari Mempawah ke smelter aluminium Inalum di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, diharapkan berlangsung pada akhir April 2025.

“Kami bersyukur semua proses di lapangan berjalan sangat baik, dan kami dalam tahap menuju 100% kapasitas. Harapannya, akhir April alumina pertama bisa dikirim ke site Kuala Tanjung,” ujarnya.

Smelter aluminium Inalum saat ini memiliki kapasitas produksi 275.000 ton aluminium per tahun, yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dengan ekspansi SGAR Fase II, pasokan aluminium nasional akan semakin bergantung pada sumber daya dalam negeri, memperkuat ketahanan mineral Indonesia.

Dampak Jangka Panjang dan Dukungan Pemerintah

Pemerintah turut mendukung percepatan hilirisasi bauksit dan pengembangan industri aluminium sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah menargetkan peningkatan produksi alumina dalam negeri agar dapat mengurangi ketergantungan pada impor.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif fiskal dan kemudahan perizinan bagi proyek-proyek strategis seperti SGAR untuk memastikan keberlanjutan investasi dan daya saing industri nasional.

Di sisi lain, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan lebih banyak peluang usaha di sekitar wilayah operasional. Dengan berkembangnya ekosistem industri aluminium, sektor pendukung seperti logistik, transportasi, dan jasa pendukung lainnya juga akan mendapatkan manfaat.

Melalui proyek ini, MIND ID tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri aluminium.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version