JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar modal Indonesia kembali kedatangan dua emiten baru setelah PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), kedua perusahaan ini berhasil menghimpun dana segar untuk mempercepat ekspansi bisnis mereka.
MINE Himpun Rp132,33 Miliar, Fokus Perluas Kapasitas
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), perusahaan jasa penunjang pertambangan nikel, berhasil menggalang dana sebesar Rp132,33 miliar dalam IPO yang digelar pada Senin (10/3/2025). Perusahaan ini mencatatkan 4,08 miliar saham di BEI dan optimistis mencatatkan kinerja keuangan yang lebih baik pada tahun ini.
Strategi Ekspansi MINE
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, mengungkapkan bahwa dana hasil IPO akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas operasional, khususnya dengan menambah alat berat guna mempercepat produksi.
“Target pertumbuhan pendapatan kami harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan tambahan alat berat, kami yakin dapat meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas,” ujar Ivo Wangarry usai pencatatan saham di BEI.
Perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun ini memiliki layanan mulai dari perencanaan tambang, konstruksi infrastruktur, hingga operasional dan transportasi hasil tambang. Secara kinerja, pendapatan MINE meningkat 40,8% dari Rp968,05 miliar per 31 Agustus 2023 menjadi Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Laba bersih perusahaan pun melonjak signifikan sebesar 278,3% dari Rp59,52 miliar menjadi Rp225,18 miliar.
KAQI Bukukan Rp53,1 Miliar, Siap Kembangkan Jaringan Bengkel
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), yang bergerak di sektor otomotif, turut meramaikan bursa dengan menghimpun dana sebesar Rp53,1 miliar dalam IPO-nya. Perusahaan melepas 450 juta saham atau setara 21,68% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga IPO Rp118 per saham.
Visi Besar KAQI di Industri Otomotif
Direktur Utama KAQI, Imam Sujono, menegaskan bahwa IPO ini bukan hanya sekadar langkah penggalangan dana, tetapi juga sebagai pijakan awal untuk ekspansi bisnis.
“IPO ini bukanlah garis akhir, melainkan awal baru bagi kami untuk memperluas jaringan layanan otomotif di Indonesia,” ungkap Imam.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk membuka lima cabang bengkel baru di beberapa kota besar, yakni Bandung, Bekasi, Surabaya, Semarang, serta di kawasan Bona Indah. Dengan ekspansi ini, KAQI menargetkan peningkatan layanan serta memperkuat posisinya di industri otomotif nasional.
Harapan BEI untuk Emiten Baru
Direktur BEI, I Nyoman Gede Yetna, mengapresiasi kehadiran MINE dan KAQI di pasar modal Indonesia. Ia berharap kedua emiten baru ini dapat menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Kami mengingatkan agar setiap perusahaan yang melantai di bursa tetap mengedepankan transparansi dan etika bisnis. Dengan begitu, kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia akan terus meningkat,” ujar Nyoman.
Dengan pencatatan saham ini, BEI semakin menunjukkan daya tariknya bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengakses pendanaan publik. Ke depan, diharapkan semakin banyak emiten berkualitas yang bergabung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












