Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Minyak Dunia Turun, OPEC+ Rencana Tambah Produksi Juli

94
×

Minyak Dunia Turun, OPEC+ Rencana Tambah Produksi Juli

Sebarkan artikel ini
Minyak Dunia Turun, OPEC+ Rencana Tambah Produksi Juli
Harga minyak Brent dan WTI turun dipicu spekulasi OPEC+ naikkan produksi dan ketegangan tarif AS-China.

Spekulasi Kenaikan Produksi OPEC+ Dorong Minyak ke Zona Merah

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak global ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Jumat (30/5/2025), menyusul tekanan dari dua sisi: ekspektasi pasar terhadap keputusan OPEC+ yang berpotensi menaikkan produksi melebihi kesepakatan sebelumnya, serta sinyal baru dari Washington mengenai tarif impor dari China.

Brent untuk pengiriman Juli melemah 25 sen atau 0,39% ke US$ 63,90 per barel. Sementara itu, WTI AS turun 15 sen atau 0,25% ke level US$ 60,79 per barel, setelah sempat turun lebih dari US$ 1 dalam sesi sebelumnya.

Sponsor
Iklan

Kontrak Aktif Brent Agustus Ikut Terseret Turun

Kontrak pengiriman Juli akan habis pada Jumat, membuat perhatian pasar bergeser ke kontrak Agustus yang lebih aktif. Harga Brent Agustus turun 71 sen atau 1,12% ke US$ 62,64 per barel.

Baca Juga: Harga CPO Jatuh Usai Reli 5 Hari, Dipicu Pasar Kedelai Lesu

Penurunan harga pekanan pun tak terelakkan. Kedua benchmark utama diperkirakan mencatat penurunan mingguan lebih dari 1%, menandakan tekanan pasar yang terus berlanjut.

Menurut laporan Reuters, pelaku pasar kini memperkirakan OPEC+ akan mempertimbangkan kenaikan produksi minyak pada Juli mendatang, melebihi tambahan 411 ribu barel per hari (bph) yang telah disepakati untuk Mei dan Juni.

Ketidakseimbangan Pasokan Jadi Sorotan

Analis JPMorgan dalam catatannya menyatakan bahwa potensi peningkatan produksi muncul di tengah surplus pasokan global yang saat ini melebar menjadi 2,2 juta bph.

Kelebihan pasokan ini bisa menghambat pemulihan harga, karena pasar perlu menyesuaikan kembali agar keseimbangan terjaga.

Baca Juga: Daftar 14 Dividen Jumbo Saham Mei: PGAS, HMSP, TLKM Yield Menarik

JPMorgan memprediksi harga minyak akan stagnan di kisaran saat ini sebelum melandai ke level US$ 50-an menjelang akhir tahun.

Matt Smith, Kepala Analis Kpler untuk kawasan Amerika, menilai bahwa rencana produksi OPEC+ saat ini belum mendukung reli harga minyak yang lebih kuat.

Ketegangan Dagang AS-China Tambah Tekanan

Pelemahan harga minyak juga tak lepas dari faktor eksternal lainnya, yakni kembali memanasnya isu tarif antara Amerika Serikat dan China.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social menyulut kekhawatiran baru di pasar. Ia menyinggung kemungkinan peninjauan kembali tarif atas produk impor dari China karena pelanggaran terhadap gencatan perdagangan.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Jatuh, Dolar Kuat dan Tarif Trump Bayangi

Analis senior dari Price Futures Group, Phil Flynn, menyebut bahwa kombinasi spekulasi kebijakan OPEC+ dan komentar Trump menjadi penyebab utama tekanan harga dalam beberapa hari terakhir.

Aktivitas Rig AS Terus Turun Sejak Awal Tahun

Dari sisi operasional, tekanan terhadap industri energi AS juga datang dari aktivitas pengeboran yang terus melemah.

Menurut laporan mingguan Baker Hughes, jumlah rig aktif kembali menurun untuk minggu kelima berturut-turut. Angka ini menyentuh level terendah sejak November 2021, dan mencatat penurunan beruntun terpanjang sejak September 2023.

Secara tahunan, jumlah rig aktif menyusut 37 unit atau sekitar 6%. Rig minyak turun empat menjadi 461 unit, sementara rig gas justru naik satu ke level 99 unit.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa meskipun harga minyak belum jatuh drastis, pelaku industri hulu masih menahan ekspansi produksi. Hal ini bisa menjadi penyeimbang potensial atas tekanan dari sisi pasokan global.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.