Ketika Mesin Mati di Udara dan Tak Ada Waktu untuk Pulih
JAKARTA, BursaNusantara.com – Dunia penerbangan India masih terguncang oleh tragedi Air India 171 yang merenggut 260 jiwa, namun investigasi awal justru mengungkap peristiwa teknis ganjil yang membuat semua bertanya: siapa yang mematikan bahan bakar pesawat?
Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India menemukan bahwa sakelar bahan bakar pada kedua mesin pesawat Boeing 787-8 berpindah dari posisi aktif ke mati, hanya beberapa saat setelah lepas landas.
Perubahan itu bukan sekadar insiden teknis, melainkan awal dari kehancuran yang terjadi dalam waktu 30 detik penerbangan.
Tidak ada indikasi kerusakan sistem otomatis, namun sakelar yang semestinya tidak boleh terganggu justru beralih ke mode cutoff, memutus aliran bahan bakar dan menyebabkan mesin kehilangan dorongan saat pesawat belum cukup tinggi untuk menghindari dampaknya.
Percakapan Pilot Ungkap Kekacauan di Kokpit
Yang terjadi berikutnya terekam oleh black box satu pilot memanggil MAYDAY tiga kali, dan sesaat kemudian terdengar saling tuding: “Kenapa kamu matikan bahan bakar?” “Saya tidak melakukannya.”
Kebingungan itu menjadi penanda bahwa tidak ada kendali penuh di kokpit dalam detik-detik krusial tersebut.
Pakar keselamatan penerbangan menilai ini sebagai skenario paling berbahaya: kecepatan tinggi, ketinggian rendah, dan hilangnya daya dorong total.
Bahkan saat sakelar dikembalikan ke posisi semula, tenaga mesin tidak cukup cepat pulih untuk mengangkat pesawat dari jalur menukik.
260 Nyawa Hilang, Satu Penumpang Selamat
Dalam penerbangan naas itu, pesawat mengangkut lebih dari 230 orang, termasuk warga dari lima negara dan kru penuh.
Hanya satu penumpang berhasil bertahan bukan karena prosedur penyelamatan, tapi karena keberuntungan murni di bagian struktur kabin yang tidak langsung hancur.
Sisanya menjadi bagian dari daftar panjang korban kecelakaan penerbangan di India yang masih menyimpan banyak teka-teki sistemik.
Pemerintah dan Boeing Belum Berspekulasi
Menteri Penerbangan India menyatakan bahwa penyelidikan masih jauh dari rampung.
Boeing tidak disalahkan dalam laporan awal dan menyatakan siap mendukung teknis penuh.
Namun satu hal pasti: investigasi ini membuka pertanyaan besar tentang integritas kokpit, keamanan prosedural, dan validitas kontrol manual pada pesawat canggih sekalipun.
Sementara itu, 33 unit Dreamliner milik Air India sedang diperiksa menyeluruh oleh regulator.












