Geser Kebawah
BisnisHeadlineTelekomunikasi

Mitratel (MTEL) Catat Laba Bersih Rp 2,11 Triliun di 2024

49291
×

Mitratel (MTEL) Catat Laba Bersih Rp 2,11 Triliun di 2024

Sebarkan artikel ini
Mitratel MTEL Catat Laba Bersih Rp 211 Triliun Di 2024
Mitratel (MTEL) membukukan laba bersih Rp 2,11 triliun pada 2024, naik 4,8% dari tahun sebelumnya. Ekspansi menara dan fiber optik dorong kinerja.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2024. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 2,11 triliun, tumbuh 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,01 triliun.

Peningkatan ini didukung oleh ekspansi bisnis yang agresif, terutama dalam penyewaan menara dan pengembangan jaringan fiber optik. Mitratel terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara berdasarkan jumlah menara yang dimiliki.

Sponsor
Iklan

Pendapatan Tumbuh 7,2%, Bisnis Tower Leasing Mendominasi

Sepanjang 2024, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp 9,31 triliun, meningkat 7,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Bisnis utama perseroan, yaitu tower leasing, tetap menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang Rp 7,63 triliun, naik 6,9% dari tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan dari bisnis fiber optik mengalami pertumbuhan signifikan. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp 486 miliar, melonjak 64,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengungkapkan bahwa ekspansi di sektor fiber optik menjadi strategi utama perseroan dalam memperkuat bisnisnya. “Kami terus mengoptimalkan aset produktif dan memperbanyak penggunaan teknologi digital dalam operasional bisnis,” ujarnya.

Efisiensi Operasional Tingkatkan Profitabilitas

Mitratel berhasil menjaga efektivitas operasionalnya dengan menekan beban operasional menjadi Rp 1,6 triliun, turun 5,2% dari Rp 1,7 triliun pada tahun sebelumnya. Efisiensi ini berdampak positif terhadap EBITDA yang tumbuh 10,2% menjadi Rp 7,69 triliun.

Margin EBITDA juga membaik dari 80,4% pada 2023 menjadi 82,7% pada 2024. Hal ini mencerminkan peningkatan efisiensi dan profitabilitas bisnis Mitratel di tengah persaingan industri yang ketat.

Ekspansi Menara dan Fiber Optik Perkuat Infrastruktur

Total Menara Capai 39.404 Unit

Mitratel menambah 1.390 menara baru sepanjang 2024, sehingga total kepemilikan menara mencapai 39.404 unit, meningkat 3,7% dari tahun sebelumnya. Dengan jumlah ini, Mitratel semakin mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.

Di tengah tren konsolidasi industri telekomunikasi, Mitratel juga mencatatkan pertumbuhan jumlah kolokasi dari 19.395 tenant pada 2023 menjadi 20.464 tenant pada 2024, naik 5,5%. Secara keseluruhan, jumlah tenant tumbuh 4,3% menjadi 59.868.

Peningkatan ini berdampak pada tenancy ratio Mitratel yang mencapai 1,52 kali, mencerminkan optimalisasi pemanfaatan aset yang lebih baik.

Fiber Optik Melonjak 56,9%

Selain menara, Mitratel juga gencar memperluas jaringan fiber optik. Sepanjang 2024, perseroan menambah panjang fiber optik hingga 18.518 km, baik secara organik maupun inorganik. Dengan tambahan ini, total panjang fiber optik yang dapat ditagih (billable) mencapai 51.039 km, meningkat 56,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekspansi ini sejalan dengan strategi operator seluler yang terus memperluas cakupan jaringan mereka ke luar Pulau Jawa. Mitratel berperan sebagai mitra utama dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah, termasuk area rural dengan potensi pertumbuhan ekonomi tinggi.

Neraca Keuangan Kuat, Rasio Utang Terkendali

Mitratel mencatatkan neraca keuangan yang solid dengan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,54 kali dan utang terhadap EBITDA sebesar 2,3 kali. Rasio ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri, menunjukkan tingkat kesehatan keuangan yang baik.

Manajemen Mitratel memastikan bahwa struktur keuangan yang sehat ini akan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus mengembangkan bisnisnya ke depan.

Strategi 2025: Optimalkan Aset dan Dukung Ekspansi Operator Seluler

Melihat kinerja positif di 2024, Mitratel berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis operator seluler dalam mendukung ekspansi jaringan mereka.

Theodorus Ardi Hartoko menegaskan bahwa permintaan terhadap menara telekomunikasi, fiber optik, dan layanan infrastruktur lainnya akan terus meningkat sejalan dengan ekspansi ke wilayah baru.

“Kami akan terus fokus pada ekspansi dan optimalisasi aset untuk mendukung pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia,” ujar Teddy.

Dengan strategi ini, Mitratel optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan yang positif serta memperkuat dominasi sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terbesar di kawasan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru