Proyeksi dan Langkah Selanjutnya
Analis dari WH Project memperkirakan IHSG saat ini berada di kisaran 6.758 hingga 6.830, menunjukkan bahwa meskipun terjadi aksi jual besar oleh investor asing, potensi rebound masih ada jika pasar menemukan level support yang kuat.
Para trader disarankan untuk memantau kondisi teknikal dan mempertimbangkan strategi diversifikasi, terutama dengan mengakumulasi aset yang undervalued.
Implikasi untuk Perekonomian Nasional
Meningkatnya aliran modal asing ini memiliki implikasi strategis bagi perekonomian nasional. Dengan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga dan dukungan dari kebijakan BI, ekonomi domestik diharapkan akan lebih resilient dalam menghadapi guncangan global.
Pendekatan defensif yang diterapkan oleh BI dan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat fondasi pasar keuangan Indonesia.
Pelaporan ini menyoroti bahwa berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed telah mendorong investor asing mengalirkan modal ke Indonesia melalui SBN dan SRBI, sehingga total modal masuk mencapai Rp8,04 triliun.
Meski tekanan di pasar menyebabkan IHSG turun 0,78% ke level 6.749,60, peningkatan suplai valuta asing mendukung stabilitas rupiah.
Para trader diharapkan terus memantau level support dan menggunakan strategi diversifikasi untuk mengoptimalkan portofolio di tengah dinamika pasar global.










