BisnisPerdagangan & Industri

MSJA Berbalik Cuan US$2,2 Juta, Tapi Arus Kas dan Ekuitas Terkikis

94
Multi Spunindo Jaya (MSJA) Cetak Laba US$2,2 Juta Meski Penjualan Turun
Laba bersih MSJA melonjak jadi US$2,2 juta di semester I 2025, namun saldo kas dan ekuitas terkikis, sinyal tantangan struktural di balik efisiensi.

Laba MSJA Tembus US$2,2 Juta, Tapi Neraca Melemah Diam-Diam

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA) akhirnya mencetak laba bersih signifikan senilai US$2,20 juta per akhir Juni 2025, menandai pembalikan drastis dari posisi rugi pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, laporan keuangan yang dirilis ke publik pada Selasa (29/7) tak hanya menyuguhkan kabar baik.

Di balik lonjakan laba, sejumlah indikator neraca justru menurun kas anjlok, ekuitas melemah, dan liabilitas membengkak memberi sinyal bahwa perbaikan laba ini belum sepenuhnya ditopang oleh fondasi yang kokoh.

Efisiensi Operasional Jadi Jurus Balik Arah

Lonjakan laba bersih MSJA pada semester I 2025 tak disebabkan oleh pertumbuhan penjualan, melainkan strategi efisiensi yang berhasil menurunkan beban pokok produksi.

Penjualan justru turun tipis dari US$32,63 juta ke US$31,50 juta, mencerminkan tekanan permintaan di sektor bahan nonwoven yang sangat tergantung industri hilir seperti otomotif dan kesehatan.

Namun, beban pokok ditekan dari US$27,55 juta menjadi US$26,16 juta, menghasilkan lonjakan margin kotor ke US$5,34 juta naik dari US$5,07 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Efisiensi ini menjadi titik balik performa laba MSJA yang sebelumnya negatif, namun belum tentu berkelanjutan tanpa dukungan pertumbuhan top-line yang kuat.

Neraca Melemah, Kas Digunakan Agresif

Di sisi neraca, penurunan kas dan ekuitas menjadi catatan serius dalam laporan semester I ini.

Perusahaan membukukan penurunan saldo kas dari US$22,91 juta menjadi hanya US$16,43 juta susut hampir 30% hanya dalam enam bulan.

Belum ada penjelasan rinci dalam laporan publik mengenai alokasi kas ini, namun bisa diasumsikan bahwa sebagian besar digunakan untuk membayar utang jangka pendek, membiayai ekspansi, atau menutup kebutuhan modal kerja akibat turunnya penjualan.

Dalam waktu bersamaan, total liabilitas MSJA justru meningkat dari US$24,33 juta (Desember 2024) menjadi US$25,54 juta per Juni 2025.

Kenaikan utang dan berkurangnya aset kas membuat posisi ekuitas juga menyusut dari US$87,54 juta ke US$82,76 juta.

Artinya, meskipun mencetak laba, struktur modal perusahaan tengah tertekan secara diam-diam sebuah anomali fundamental yang tak boleh diabaikan investor.

Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Industri

MSJA merupakan emiten yang bergerak di industri nonwoven fabric, bahan baku tekstil teknis yang dipakai luas dalam masker, geotekstil, popok, hingga sektor otomotif.

Sejak pandemi berakhir, permintaan produk-produk berbasis nonwoven mengalami shifting drastis, dari booming ke stagnan, membuat pemain seperti MSJA harus beradaptasi lewat efisiensi operasional dan diversifikasi klien.

Kinerja positif di tengah menurunnya penjualan menunjukkan perusahaan memilih bertahan daripada ekspansi.

Namun jika tren penurunan kas dan kenaikan utang berlanjut, MSJA berpotensi menghadapi tekanan likuiditas dalam jangka menengah.

Investor jangka panjang harus mencermati apakah efisiensi ini cukup untuk menopang pertumbuhan, atau hanya menjadi pereda sementara dari penurunan permintaan.

Valuasi Saham dan Arah Selanjutnya

Saham MSJA belum menjadi sorotan arus utama di lantai bursa, namun hasil kinerja semester I ini bisa memicu re-rating valuasi, setidaknya dari sisi price-to-earnings (PER) yang akan membaik drastis dibanding tahun lalu.

Namun, tekanan pada neraca dan tren penurunan aset harus menjadi perhatian, karena menyimpan potensi risiko yang dapat menekan valuasi kembali.

Tanpa akselerasi penjualan dan pemulihan arus kas, tren laba bersih bisa kembali rapuh dalam laporan berikutnya.

Investor cerdas akan menunggu kejelasan strategi perusahaan dalam memperkuat sisi permintaan dan menjaga posisi kas bukan hanya menyoroti lonjakan laba semu dari efisiensi internal.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version