JAKARTA, BursaNusantara.com – Sejumlah perusahaan pembiayaan (multifinance) tetap optimis dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meskipun rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sektor ini masih cukup tinggi.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga September 2024, NPL UMKM tercatat mencapai 4%, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,88%. Meski demikian, perusahaan multifinance tetap melihat sektor ini sebagai peluang pertumbuhan yang menjanjikan.
CIMB Niaga Auto Finance Dorong Kredit Produktif
Komitmen CNAF dalam Pembiayaan UMKM
PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) tetap optimis dalam menyalurkan pembiayaan bagi sektor produktif, termasuk UMKM. Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2024, total pembiayaan modal kerja untuk UMKM telah mencapai Rp1,74 triliun.
“Meski NPL di segmen UMKM masih cukup tinggi, kami tetap berkomitmen dalam menyalurkan pembiayaan produktif sejalan dengan roadmap fintech P2P lending 2023-2027 dan roadmap perusahaan pembiayaan 2024-2028,” ujar Ristiawan, Jumat (14/3/2025).
Rasio NPL Masih Terkendali
Ia menambahkan, NPL untuk pembiayaan produktif di CNAF masih dalam kondisi aman, yaitu 0,71% per Februari 2025, turun dari 0,72% pada periode yang sama tahun sebelumnya. CNAF juga terus menerapkan prinsip kehati-hatian dengan memperkuat proses Know Your Customer (KYC) guna menjaga kualitas kredit.
Target dan Strategi CNAF di 2025
Peningkatan Penyaluran Pembiayaan
Hingga Februari 2025, CNAF mencatat total penyaluran pembiayaan baru untuk sektor produktif mencapai Rp48,5 miliar, naik 6,7% dari Rp45,4 miliar di tahun sebelumnya. CNAF menargetkan total pembiayaan produktif meningkat menjadi Rp1,81 triliun pada akhir 2025.
Digitalisasi untuk Kemudahan Akses Kredit
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan mengakselerasi digitalisasi guna mempermudah pengajuan kredit. “Kami terus mengedepankan digitalisasi agar proses pembiayaan lebih cepat dan efisien bagi nasabah,” tambahnya.
Meski optimis, Ristiawan mengakui tantangan tetap ada, seperti kebijakan perpajakan yang masih cukup ketat serta kondisi makroekonomi yang belum stabil. Namun, CNAF yakin bisa memenuhi target pembiayaan sesuai rencana.
Mandala Finance Jaga Kualitas Kredit UMKM
Strategi Mandala Finance dalam Mengelola Risiko
Selain CNAF, PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) juga tetap berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM dengan tetap menjaga kualitas kredit. Managing Director Mandala Finance, Christel Lasmana, menyoroti tantangan utama UMKM, seperti penurunan permintaan pasar yang berdampak pada omzet dan kemampuan membayar kredit.
Rasio NPL Stabil di Bawah Rata-Rata Industri
Meskipun demikian, Christel memastikan bahwa rasio NPL Mandala Finance tetap dalam batas aman, yaitu 2,38% per Februari 2025, masih di bawah rata-rata industri pembiayaan.
“Kami tetap menjalankan strategi seleksi ketat dalam penyaluran pembiayaan, pemantauan portofolio berkala, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik,” jelasnya.
Kinerja Mandala Finance Tetap Stabil
Hingga akhir Februari 2025, Mandala Finance mencatat pertumbuhan positif dengan total penyaluran pembiayaan meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Strategi perusahaan yang berfokus pada manajemen risiko yang terukur menjadi kunci dalam menjaga stabilitas bisnis.
“Kami berkomitmen untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan dengan memastikan manajemen risiko tetap berjalan optimal,” ujar Christel.
Dengan pendekatan ini, Mandala Finance optimistis dapat mempertahankan rasio NPL di bawah rata-rata industri serta memastikan operasional tetap berjalan lancar demi mendukung pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.











