JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Samindo Resources Tbk (MYOH), perusahaan kontraktor tambang batubara, menatap tahun 2025 dengan optimisme tinggi. Emiten berkode MYOH ini menargetkan pendapatan sebesar US$ 198 juta, naik 10,8% dibandingkan target tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih ditetapkan sebesar US$ 24 juta, meningkat 30,43% dari target sebelumnya sebesar US$ 18,4 juta.
Strategi Peningkatan Kinerja
Optimalisasi Produktivitas Alat Berat
Sekretaris Perusahaan MYOH, Ahmad Zaki Natsir, mengungkapkan bahwa strategi utama untuk mencapai target ambisius ini adalah optimalisasi produktivitas alat berat.
“Fokus utama kami adalah memastikan alat berat bekerja secara maksimal. Ini mencakup percepatan penyediaan sparepart, penggunaan tenaga kerja kompeten, serta penerapan standar operasional yang ketat agar alat tidak cepat rusak,” ujar Zaki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Selain itu, MYOH juga berusaha meningkatkan efisiensi operasional dengan menjaga pola pengoperasian alat sesuai standar pertambangan, sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan dan downtime.
Target Produksi Naik
Dari sisi operasional, MYOH menargetkan peningkatan produksi batuan penutup (overburden/OB) menjadi 35 juta bank cubic meter (BCM), lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai sekitar 33 juta BCM. Target coal getting pun ditetapkan sebesar 6 juta ton.
Investasi & Diversifikasi Bisnis
Alokasi Capex US$ 13 Juta
Guna mendukung rencana ekspansi, MYOH telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 13 juta pada tahun ini. Namun, Zaki belum merinci secara detail alokasi dana tersebut.
“Sebagian besar capex akan digunakan untuk pengembangan bisnis. Saat ini, kami sedang mengkaji beberapa peluang ekspansi di sektor yang berbeda dari bisnis utama kami,” tambahnya.
Diversifikasi usaha menjadi langkah strategis MYOH untuk memperluas cakupan bisnis dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan batubara.
Kontrak dengan PT Kideco Jaya Agung
Saat ini, MYOH masih fokus pada kontrak dengan PT Kideco Jaya Agung, yang merupakan mitra utama perusahaan. Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Low Tuck Kwong ini tengah dalam proses perpanjangan kontrak, yang ditargetkan rampung pada Maret 2025.
Prospek Bisnis dan Tantangan
Zaki menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang relatif stabil sejak tahun lalu turut mendukung pencapaian target operasional MYOH. Bahkan, produksi dalam dua bulan pertama 2025 tercatat telah melampaui target awal.
Di sisi lain, MYOH juga mengalokasikan sekitar US$ 10 juta untuk studi pengembangan usaha baru di luar sektor pertambangan batubara. Beberapa sektor yang sedang dikaji mencakup transportasi dan infrastruktur, meskipun hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai arah ekspansi.
“Kami masih dalam tahap studi untuk berbagai peluang bisnis baru di luar sektor yang selama ini kami jalankan,” ungkap Zaki.
Dengan berbagai strategi yang diterapkan, MYOH optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan, serta terus berkembang di tengah tantangan industri tambang yang dinamis.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









