Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

NCKL Kunci Sinergi Bisnis Lewat Listrik & Akuisisi Triliunan

443
×

NCKL Kunci Sinergi Bisnis Lewat Listrik & Akuisisi Triliunan

Sebarkan artikel ini
NCKL Kunci Sinergi Bisnis Lewat Listrik & Akuisisi Triliunan
Harita Nickel (NCKL) perkuat sinergi bisnis lewat jual beli listrik antar entitas anak dan akuisisi saham triliunan di ONC demi dorong kinerja 2025.

Sinergi Strategis NCKL Dorong Ekspansi Bisnis

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harita Nickel (PT Trimegah Bangun Persada Tbk/NCKL) kembali menegaskan strategi bisnis terintegrasi dengan menggabungkan efisiensi operasional dan ekspansi investasi.

Pada 5 Agustus 2025, dua entitas anak NCKL, PT Obi Sinar Timur (OST) dan PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), meneken perjanjian jual beli listrik. OST menjadi pemasok, sedangkan HJF bertindak sebagai pembeli.

Sponsor
Iklan

Pasokan listrik yang disediakan bersifat tambahan atau cadangan jika pembangkit HJF mengalami gangguan pasokan di masa mendatang. Mekanisme ini memberi jaminan kontinuitas operasional tanpa mengandalkan pemasok eksternal.

Tarif listrik mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 95.K/TL.04/MEM.L/2025, dengan nilai transaksi bergantung pada volume pemakaian bulanan. Kesepakatan berlaku sejak penandatanganan dan dapat berakhir melalui perjanjian penghentian bersama.

OST dan HJF berada di bawah kendali PT Harita Jayaraya (HJR), pemegang 86,49% saham NCKL atau setara 54,56 miliar lembar. Struktur ini memastikan koordinasi cepat dalam pengambilan keputusan strategis.

Aksi Korporasi Bernilai Fantastis

Sinergi bisnis NCKL tak hanya berhenti pada koordinasi operasional, tetapi juga ekspansi kepemilikan. Pada 25 Juni 2025, NCKL mengakuisisi 20% saham PT Obi Nickel Cobalt (ONC) dari HJR, setara 1.256.480 lembar, senilai US$ 262 juta atau Rp 4,24 triliun.

Harga per saham ONC tercatat Rp 3,8 juta atau setara US$ 209. Nilai ini merefleksikan optimisme NCKL terhadap prospek bisnis hilirisasi nikel dan kobalt di ONC.

Manajemen NCKL menyebut langkah ini akan memperkuat suplai bijih nikel ke ONC dan memberi kontribusi finansial signifikan pada laba bersih. Strategi ini juga diarahkan untuk menciptakan value creation berkelanjutan bagi pemegang saham.

Rekomendasi Analis Masih Bullish

Alditya Galih Ramadhan, analis Yuanta Sekuritas, tetap merekomendasikan beli (buy) untuk saham NCKL dengan target harga Rp 1.300 per lembar. Potensi pertumbuhan dinilai mencapai 59,5% dibanding harga pasar terkini.

Menurutnya, kinerja kuartalan NCKL konsisten membukukan margin sehat berkat diversifikasi produk. Strategi efisiensi biaya juga akan semakin terasa setelah beroperasinya PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM) dan tambang PT Gane Tambang Sentosa (GTS).

Valuasi NCKL untuk proyeksi 2025 mencerminkan P/E 6,5x dan EV/EBITDA 10,1x. Angka ini menjadi sinyal bahwa saham NCKL masih memiliki ruang kenaikan signifikan di tengah tren permintaan global nikel yang terus tumbuh.

Peta Jalan Sinergi 2025

Dengan fondasi struktur kepemilikan yang solid, NCKL membangun peta jalan bisnis 2025 berbasis sinergi operasional dan ekspansi strategis. Integrasi antar entitas anak memastikan rantai pasok tetap terjaga, sementara akuisisi triliunan rupiah membuka peluang pertumbuhan baru di sektor hilir.

Kombinasi dua strategi ini memberi NCKL posisi kompetitif di industri nikel nasional maupun global, sekaligus meningkatkan daya tarik sahamnya di mata investor institusional.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.