Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Net Sell Asing IHSG Tembus Rp2,48 Triliun, Perbankan Tertekan

100
×

Net Sell Asing IHSG Tembus Rp2,48 Triliun, Perbankan Tertekan

Sebarkan artikel ini
Net Sell Asing IHSG Tembus Rp2,48 Triliun, Perbankan Tertekan
Net Sell Asing IHSG mencapai Rp2,48 triliun seiring merosotnya indeks sebesar 7,89%. Saham BBCA dan BBRI jadi sasaran utama. Simak data lengkap BEI di sini!

Eksodus Modal dari Bursa Domestik Akibat Eskalasi Konflik Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Tekanan jual investor asing yang memicu fenomena Net Sell Asing IHSG membayangi perdagangan saham domestik sepanjang sepekan terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pemodal luar negeri membukukan jual bersih sebesar Rp2,48 triliun di pasar reguler.

Kondisi tersebut mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar 7,89 persen ke level 7.585,69.

Pelemahan indeks yang signifikan ini terjadi setelah bursa hanya mencatatkan satu kali penguatan dalam rentang waktu lima hari perdagangan.

Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel dengan pihak Iran menjadi pemicu utama sentimen negatif di pasar global.

Penurunan prospek ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat kredit turut memberikan tekanan tambahan terhadap minat investasi di tanah air.

Sorotan tajam terhadap transparansi pasar saham domestik juga menjadi faktor yang diperhatikan oleh para pelaku pasar internasional saat ini.

Dampak Net Sell Asing IHSG pada Sektor Perbankan

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi aset yang paling banyak dilepas oleh investor luar dengan nilai jual bersih Rp707,31 miliar.

Aksi jual masif ini mengakibatkan harga saham BBCA terkoreksi sebesar 2,44 persen hingga menyentuh level Rp7.000 per unit.

Tekanan berat juga dialami oleh saham bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan catatan jual bersih Rp492,21 miliar.

Harga saham BBRI merosot tajam hingga 6,14 persen sepanjang pekan ini akibat kuatnya dorongan pelepasan aset oleh pemodal asing.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp459,39 miliar dengan kinerja mingguan turun 2,95 persen.

Pelemahan juga terlihat pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat jual bersih asing senilai Rp241,58 miliar.

Harga saham BMRI ditutup melemah sebesar 5,59 persen seiring dengan tren keluarnya modal dari sektor perbankan kelas berat.

Dinamika Pelepasan Aset di Sektor Pertambangan dan Energi

Saham emiten nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan penurunan harga paling dalam sebesar 21,52 persen dalam waktu sepekan.

Investor asing tercatat melakukan jual bersih pada saham INCO dengan nilai akumulasi mencapai Rp228,05 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut masuk dalam daftar pelepasan asing dengan nilai jual bersih Rp179,97 miliar dan harga turun 7,13 persen.

Sektor migas raksasa PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dilepas oleh investor asing dengan nilai total Rp664,56 miliar.

Berbeda dengan mayoritas saham lainnya, harga MEDC justru naik 2,32 persen ke level Rp1.765 berkat sentimen lonjakan harga minyak mentah dunia.

Kecamuk perang di Timur Tengah menjadi pendorong utama kenaikan harga komoditas energi meskipun terjadi aksi jual oleh pemodal luar negeri.

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) berada di posisi stagnan pada level Rp850 meskipun sempat menyentuh angka Rp1.050 di tengah gejolak pasar.

Investor asing membukukan jual bersih senilai Rp148,32 miliar pada saham ELSA di tengah tren kenaikan harga minyak dan gas internasional.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melengkapi daftar aksi jual asing senilai Rp137,52 miliar dengan kinerja harga yang turun 3,30 persen.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan