Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Net Sell Asing Rp 1,5 Triliun: Saham Big Cap Ini Terkepung!

27
×

Net Sell Asing Rp 1,5 Triliun: Saham Big Cap Ini Terkepung!

Sebarkan artikel ini
Net Sell Asing Rp 1,5 Triliun Saham Big Cap Ini Terkepung!
IHSG anjlok! Net Sell Asing tembus Rp 1,54 triliun di pasar reguler. Cek daftar saham perbankan yang paling banyak dilepas investor hari ini. Baca di sini!

Eksodus Modal Global: Tekanan Jual Masif Investor Asing Memaksa IHSG Terkoreksi ke Level 7.243

JAKARTA – Investor mancanegara melancarkan aksi lepas saham secara agresif pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Fenomena Net Sell Asing kali ini mencatatkan nilai yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp 1,54 triliun di pasar reguler.

Oleh karena itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga merosot 61,2 poin atau setara 0,83% menuju level 7.243,6 pada penutupan sesi. Jadi, sentimen negatif global nampaknya memicu para pengelola dana luar negeri untuk mengurangi eksposure mereka pada aset berisiko di pasar berkembang.

Sponsor
Iklan

Selanjutnya, pelemahan ini memberikan sinyal kewaspadaan bagi para pelaku pasar domestik untuk mencermati arah aliran dana berikutnya.

Daftar Saham Perbankan Raksasa yang Terkena Gempuran Net Sell Asing

Sektor perbankan menjadi sasaran utama dalam gelombang pelepasan aset oleh investor luar negeri kali ini. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin daftar penjualan dengan nilai Net Sell Asing mencapai Rp 683,9 miliar. Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga tidak luput dari tekanan dengan nilai jual bersih masing-masing sebesar Rp 189,9 miliar dan Rp 143,7 miliar.

Jadi, konsentrasi penjualan pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) ini menjadi faktor utama yang menyeret turun performa indeks sektoral keuangan. Akhirnya, para investor kini menunggu titik jenuh jual sebelum memutuskan untuk kembali masuk ke saham-sabah perbankan tersebut.

Sektor Telekomunikasi dan Otomotif Turut Menghadapi Tekanan Jual

Selain sektor perbankan, saham-saham unggulan di sektor telekomunikasi dan otomotif juga menghadapi situasi serupa. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 264,4 miliar, menjadikannya saham kedua yang paling banyak dilepas.

Oleh karena itu, tekanan pada TLKM menambah beban bagi IHSG di tengah sentimen global yang belum menentu. Selain itu, PT Astra International Tbk (ASII) turut terkepung aksi jual dengan nilai mencapai Rp 103,5 miliar pada hari yang sama.

Selanjutnya, pelemahan harga pada saham-saham pemimpin pasar ini menciptakan efek domino bagi pergerakan saham-saham lapis kedua di sektor terkait.

Pengecualian di Tengah Aksi Jual: ADRO dan AMRT Masih Diminati

Meskipun pasar secara keseluruhan mengalami Net Sell Asing yang besar, beberapa emiten justru mencatatkan pembelian bersih oleh investor luar. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) berhasil membukukan net buy asing sebesar Rp 84,7 miliar di tengah pelemahan indeks.

Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indosat Tbk (ISAT) juga menarik minat modal asing dengan nilai pembelian masing-masing Rp 56,4 miliar dan Rp 45,6 miliar. Akibatnya, saham-saham ini mampu menunjukkan ketahanan (resilience) yang lebih baik dibandingkan rata-rata pasar lainnya.

Akhirnya, keberadaan arus masuk modal pada emiten tertentu menunjukkan bahwa investor asing masih melihat peluang selektif pada sektor energi dan konsumsi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.