JAKARTA, BursaNusantara.com – Investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan aksi jual bersih (net sell) yang signifikan. Pada perdagangan Selasa (14/1/2025), net sell asing di seluruh pasar tercatat mencapai Rp 633,2 miliar. Dengan tambahan ini, total net sell asing sepanjang tahun berjalan telah mencapai Rp 3,9 triliun. Kondisi ini semakin menambah tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hari ini ditutup melemah.
Saham-Saham yang Diburu dan Dilepas Asing
Di pasar reguler, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama aksi jual asing dengan nilai net sell mencapai Rp 286,4 miliar. Tak hanya BBCA, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami tekanan dengan net sell sebesar Rp 160,3 miliar.
Sebaliknya, meski net buy asing terlihat di beberapa saham, nilainya relatif kecil. Saham PT Astra International Tbk (ASII) mencatat net buy terbesar sebesar Rp 33,6 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan tekanan jual yang terjadi pada BBCA dan BBRI.
IHSG Melemah, Mayoritas Sektor Tertekan
Aksi jual bersih oleh investor asing turut berdampak pada pergerakan IHSG. Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 60,21 poin atau 0,86% ke level 6.956,6. Sebanyak 294 saham naik, 298 saham turun, dan 210 saham stagnan.
Sektor keuangan mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,4%, diikuti sektor kesehatan (-1,1%), barang konsumsi primer (-0,6%), perindustrian (-0,3%), dan infrastruktur (-0,3%). Namun, sektor barang baku berhasil mencatat penguatan 1,4%, diikuti sektor teknologi (1,2%), energi (1%), barang konsumsi non-primer (0,5%), dan transportasi (0,4%).
Empat Saham Top Gainers: Cuan Hingga 34,5%
Di tengah pelemahan IHSG, empat saham berhasil melesat hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) menjadi pemimpin dengan kenaikan fantastis 34,5% ke harga Rp 74 per saham. Berikutnya, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melonjak 24,8% menjadi Rp 3.470, saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) naik 24,7% menjadi Rp 2.370, dan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) meningkat 24,4% menjadi Rp 590.
Perbandingan IHSG dengan Indeks Saham Asia
Sementara IHSG tertekan, indeks saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks Shanghai (China) melonjak 2,5% dan Hang Seng (Hong Kong) naik 1,8%. Sebaliknya, indeks Nikkei (Jepang) anjlok 1,8% dan Straits Times (Singapura) melemah tipis 0,1%.
Total Transaksi dan Aktivitas Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, total nilai transaksi di BEI mencapai Rp 9,96 triliun dengan volume perdagangan sebesar 16,36 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.328.182 kali. Angka ini menunjukkan likuiditas pasar yang tetap tinggi meski tekanan jual dari investor asing terus membayangi.
Prospek Pasar Saham ke Depan
Aksi jual bersih yang terus berlanjut dari investor asing menjadi tantangan besar bagi IHSG. Meski sektor-sektor tertentu masih mencatatkan penguatan, tekanan pada saham blue chip seperti BBCA dan BBRI menjadi sinyal yang perlu diwaspadai. Di sisi lain, saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan, seperti CHEM dan RATU, memberikan harapan bagi investor lokal untuk terus mencari peluang di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











