NICL Umumkan Dividen Interim, Strategi Bisnis Didorong Laba Melejit
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT PAM Mineral Tbk (IDX: NICL) resmi menetapkan pembagian dividen interim untuk periode buku yang berakhir 31 Maret 2025. Keputusan ini disahkan melalui persetujuan dewan direksi perusahaan.
Emiten nikel yang dikendalikan oleh Christopher Sumasto Tjia ini akan menyalurkan dividen sebesar Rp 15 per saham. Total nilai pembagian mencapai Rp 159,53 miliar, atau setara dengan 82,60% dari laba bersih berjalan yang tercatat Rp 193,13 miliar.
Kinerja Keuangan Tumbuh Eksponensial
Laba NICL per Maret 2025 melesat 1.481% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Hal ini menjadi landasan kuat disetujuinya dividen interim dalam porsi signifikan terhadap laba.
Direktur Utama NICL, Ruddy Tjanaka, menegaskan pencapaian ini merupakan hasil dari strategi tepat dalam menjawab dinamika pasar.
“Menilik kondisi keuangan perseroan dalam kondisi baik, di mana kebutuhan operasional dapat dipenuhi dari dana kas internal yang saat ini dalam kondisi surplus,” ujar Ruddy.
Ia memastikan pembayaran dividen tidak akan mengganggu kegiatan operasional dan komitmen pada kreditor tetap terjaga.
Jadwal Pembagian Dividen Interim
Manajemen NICL telah menetapkan jadwal resmi pembagian dividen sebagai berikut:
- Cum Date (Pasar Reguler & Negosiasi): 20 Juni 2025
- Ex Date (Pasar Reguler & Negosiasi): 23 Juni 2025
- Tanggal Penentuan Daftar Pemegang Saham (Recording Date): 24 Juni 2025, pukul 16.00 WIB
- Tanggal Pembayaran Dividen: 30 Juni 2025
Tren Historis Pembagian Dividen
Selama tiga tahun terakhir, NICL konsisten membagikan dividen. Besaran payout ratio sangat fluktuatif, mencerminkan respons terhadap kinerja dan prospek:
- Tahun buku 2022: Rp 29,17 miliar (19,42%)
- Tahun buku 2023: Rp 37,22 miliar (137,18%)
- Tahun buku 2024: Rp 127,62 miliar (40,04%)
Pembagian dividen kali ini terbilang agresif, tetapi tetap proporsional terhadap lonjakan laba yang terjadi.
Respons Pasar dan Yield Dividen
Saham NICL mengalami lonjakan tajam sejak awal tahun. Hingga penutupan 12 Juni 2025, harga saham mencapai Rp 1.275 atau naik hampir 400%, mencetak status four bagger.
Dengan harga tersebut, dividend yield dari dividen interim NICL berada di kisaran 1,18%. Meski terbilang konservatif dalam yield, daya tariknya terletak pada konsistensi pembagian dan potensi pertumbuhan.
Strategi Bisnis Jangka Pendek dan Menengah
NICL telah menyusun sejumlah strategi jangka pendek untuk menjaga momentum pertumbuhan:
- Target Produksi 2025: 809.875 WMT dari izin usaha sebesar 1.798.791 WMT
- Volume Penjualan: Direncanakan 2,6 juta ton bijih nikel dengan kadar 1,3%–1,65% Ni
- Penguatan Cadangan: Pengeboran lanjutan di wilayah IUP
- Penguatan ESG dan GCG: Termasuk pembaruan FS dan peningkatan laboratorium QAQC
- Digitalisasi Sistem: Pengembangan bank data berbasis algoritma
- Akuisisi: Penyelesaian akuisisi PT Sumber Mineral Abadi
Langkah-langkah tersebut memperlihatkan kesiapan NICL dalam menghadapi tantangan operasional maupun ketatnya persaingan di industri pertambangan nikel.
Fokus Jangka Panjang dan Ekspansi Pasar
Untuk memperkuat keberlanjutan usaha, NICL menetapkan agenda strategis jangka panjang yang mencakup:
- Eksplorasi Berkelanjutan: Termasuk modifikasi cuaca dan perpanjangan IUP hingga 2035
- Revisi Dokumen FS & Amdal: Penyesuaian terhadap dinamika pasar dan regulasi
- Ekspansi Pasar: Penguatan jaringan ke smelter dan trader di Sulawesi hingga Halmahera
- Kemitraan Strategis: Pembukaan peluang kolaborasi untuk ekspansi dan nilai tambah
Langkah-langkah ini mencerminkan kesiapan perusahaan menghadapi perubahan pasar serta meningkatkan kontribusi terhadap industri nasional dan para pemangku kepentingan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











