Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat Tipis: Aman?

85
×

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat Tipis: Aman?

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat Tipis Aman
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat ke Rp16.904. Waspadai risiko fluktuasi harga minyak mentah dan Selat Hormuz. Baca analisis lengkapnya!

Ketahanan Fiskal Menopang Rupiah dari Badai Minyak Mentah

JAKARTA, BursaNusantara.com– Investor harus tetap waspada karena penguatan tipis mata uang Garuda saat ini hanyalah ketenangan sesaat di tengah ancaman lonjakan harga energi global yang sewaktu-waktu bisa meledak.

Ketidakpastian geopolitik di Asia Barat terus membayangi stabilitas moneter, membuat posisi nilai tukar tetap rentan terhadap guncangan eksternal yang tidak terduga.

Berdasarkan data akhir perdagangan Kamis (26/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.904 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi saat pasar mempertimbangkan sinyal diplomatik dari Teheran terkait proposal de-eskalasi yang didukung Amerika Serikat.

Meskipun Iran belum secara resmi menerima rencana tersebut, belum adanya penolakan langsung menimbulkan harapan hati-hati bagi para pelaku pasar uang.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan dalam risetnya bahwa ketidakpastian tetap tinggi karena kurangnya kejelasan negosiasi langsung antara Washington dan Teheran.

Situasi ini membuat pasar minyak lesu mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pengiriman minyak global.

Kurangnya kejelasan telah membuat para pedagang waspada, dengan pasar minyak yang cenderung fluktuatif dalam beberapa minggu terakhir.

Apakah APBN Masih Mampu Menahan Harga BBM Subsidi?

Pemerintah Indonesia menegaskan belum memiliki rencana untuk menyesuaikan atau menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat.

Pernyataan resmi menunjukkan bahwa APBN masih memiliki bantalan yang cukup kuat untuk menahan gejolak harga minyak mentah dunia.

Fluktuasi harga saat ini dinilai belum mencapai titik yang membahayakan postur anggaran nasional secara keseluruhan.

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) terbaru tercatat berada di level USD74 per barel, sedikit di atas asumsi makro APBN sebesar USD70 per barel.

Selisih sebesar USD4 per barel tersebut dianggap masih sangat terkelola karena perhitungan anggaran didasarkan pada rata-rata tahunan, bukan lonjakan sesaat.

Pemerintah juga berkaca pada keberhasilan melewati krisis energi 2008-2009, di mana ekonomi tetap tumbuh 4,6 persen meski harga minyak dunia mencapai USD130 per barel.

Skenario Pergerakan Kurs di Tengah Ancaman Inflasi Energi

Ibrahim Assuaibi memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dengan kecenderungan melemah.

Proyeksi rentang penutupan berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp16.940 per dolar AS akibat sentimen global yang belum stabil.

Investor disarankan untuk terus mencermati sinyal dari Washington yang mengancam tindakan lebih keras jika proses diplomasi tidak berjalan konstruktif.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan