JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menyatakan belum memiliki rencana untuk menambah alokasi dana pembelian kembali (buyback) sahamnya dalam waktu dekat, meskipun aksi korporasi tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan sebelumnya.
“Kami belum ada rencana apa-apa,” ujar Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, saat ditemui di acara sarasehan ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
SponsorIklan
Kinerja Saham dan Realisasi Buyback
Dalam RUPS Tahunan yang digelar pada 20 Maret 2025 lalu, pemegang saham menyetujui buyback sebanyak 360.000 saham dengan nilai sekitar Rp 800 juta. Meski nilainya tergolong kecil, aksi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan menjaga stabilitas harga saham di tengah tekanan pasar.
Baca Juga: Bank OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp 4,9 Triliun, Tumbuh 19%
Secara year to date (ytd), saham NISP mencatatkan kenaikan sebesar 0,76% atau 10 poin. Dalam tiga bulan terakhir, saham naik 1,15% atau 15 poin, dan dalam sebulan terakhir naik 40 poin atau 3,11%.
Namun pada perdagangan hari ini, harga saham NISP terkoreksi 1,49% atau turun 20 poin menjadi Rp 1.325 per saham dari posisi pembukaan di Rp 1.345.
IHSG Tertekan, Perdagangan Sempat Dihentikan
Penurunan saham NISP sejalan dengan pelemahan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 9,19% atau 598,55 poin menjadi 5.912,06. Kondisi ini memicu kebijakan trading halt selama 30 menit hingga pukul 09.30 WIB untuk meredam kepanikan investor.
Baca Juga: OCBC NISP Catat Laba Rp4,86 Triliun pada 2024, Naik 18,9% YoY
Menanggapi volatilitas pasar dan kekhawatiran investor terhadap saham NISP, Parwati menekankan bahwa perusahaan tetap fokus pada kinerja jangka panjang.
“Kami percaya long-term,” ujar Parwati singkat, menegaskan komitmen OCBC NISP terhadap strategi berkelanjutan.
Baca Juga: Kinerja ROE Bank: BBCA Unggul, Penurunan Sebagian Besar Bank











