Geser Kebawah
AsuransiKeuangan

OJK Dorong Asuransi & Dana Pensiun Perkuat Pasar Modal, Ini Strateginya

79
×

OJK Dorong Asuransi & Dana Pensiun Perkuat Pasar Modal, Ini Strateginya

Sebarkan artikel ini
OJK Dorong Asuransi & Dana Pensiun Perkuat Pasar Modal, Ini Strateginya
OJK siapkan instrumen investasi baru untuk asuransi dan dana pensiun, termasuk SBN jangka panjang, reksa dana, dan reksa dana emas untuk memperkuat pasar modal.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri asuransi dan dana pensiun (Dapen) untuk berperan lebih aktif dalam memperkuat pasar modal. Langkah ini dilakukan dengan menghadirkan berbagai alternatif produk investasi yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa OJK tengah merancang sejumlah instrumen investasi baru yang bisa menjadi opsi bagi sektor asuransi dan dana pensiun.

Sponsor
Iklan

Strategi OJK untuk Meningkatkan Peran Asuransi dan Dapen

1. Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Jangka Panjang

Salah satu langkah utama OJK adalah menghadirkan SBN dengan tenor 40 tahun yang memiliki tingkat bunga relatif kecil. Menurut Ogi, instrumen ini dapat menjadi pilihan investasi menarik bagi dana pensiun dan asuransi, mengingat karakteristik investasi jangka panjang yang lebih stabil.

“Pemerintah telah menerbitkan SBN dengan tenor 40 tahun. Kami berharap ini bisa menjadi solusi investasi bagi dana pensiun dan industri asuransi,” ujar Ogi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulanan, Rabu (4/3).

2. Pelonggaran Investasi di Reksa Dana

OJK juga berencana melonggarkan regulasi investasi reksa dana, terutama dalam hal pembatasan komponen berbasis SBN. Langkah ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi industri asuransi dan dana pensiun dalam mengelola portofolio investasinya.

“Ke depan, kami tidak lagi akan membatasi komponen reksa dana berbasis SBN. Hal ini memberi ruang lebih luas bagi industri asuransi dan dana pensiun untuk melakukan diversifikasi investasi,” jelas Ogi.

3. Pengembangan Reksa Dana Emas dan Investasi di Gold Exchange for Physical (EVT)

Selain SBN dan reksa dana konvensional, OJK juga tengah merancang regulasi baru agar industri asuransi dan dana pensiun dapat berinvestasi di Gold Exchange for Physical (EVT). Langkah ini sejalan dengan rencana penerbitan instrumen pasar uang berbasis reksa dana emas, yang dapat memberikan opsi investasi yang lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung peluncuran bank emas yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu,” tambah Ogi.

Prospek Industri Asuransi dan Dana Pensiun di 2025

OJK optimistis industri asuransi dan dana pensiun akan terus tumbuh seiring dengan prospek positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025. Sejumlah program prioritas pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur kesehatan, sekolah, dan perumahan rakyat, dapat menjadi peluang bagi industri asuransi untuk turut berkontribusi dalam skala yang lebih besar.

Menurut data OJK, per Januari 2025:

  • Total aset industri asuransi di Indonesia mencapai Rp 1.146,47 triliun, tumbuh 2,14% secara tahunan (year-on-year/YoY).
  • Total aset dana pensiun mencapai Rp 1.516,20 triliun, meningkat 7,26% YoY.

OJK Perkuat Regulasi Demi Stabilitas Pasar Modal

Upaya OJK dalam menghadirkan instrumen investasi baru bagi industri asuransi dan dana pensiun diharapkan dapat meningkatkan peran sektor keuangan non-bank dalam menopang pasar modal nasional. Dengan strategi yang lebih fleksibel dan inovatif, industri ini berpotensi menjadi motor penggerak baru dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Namun, efektivitas kebijakan ini tentu bergantung pada kesiapan industri dalam beradaptasi serta implementasi yang tepat dari berbagai regulasi yang disiapkan OJK. Apakah langkah ini cukup untuk memperkuat stabilitas pasar modal? Waktu yang akan menjawab!

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru