JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement guna mengonversi utang senilai Rp 312,45 miliar kepada Olivia Vera Dome Holding Ltd.
Rencana Private Placement untuk Restrukturisasi Utang
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), OKAS tercatat memiliki utang kepada Olivia Vera Dome Holding Ltd sebesar US$ 19,33 juta. Rinciannya meliputi pinjaman pokok sebesar US$ 8 juta atau sekitar Rp 129,29 miliar serta bunga pinjaman senilai US$ 11,33 juta atau sekitar Rp 183,15 miliar.
Utang tersebut telah jatuh tempo pada 31 Desember 2024. Namun, karena keterbatasan likuiditas, OKAS tidak dapat memenuhi kewajibannya sehingga memilih opsi restrukturisasi dengan melakukan private placement.
Konversi Utang Melalui Private Placement
Dalam rangka melunasi utang pokok senilai US$ 8 juta, Olivia Vera akan menerima saham baru dari OKAS dengan harga konversi yang ditentukan berdasarkan penilaian independen. Adapun harga yang digunakan dalam konversi tersebut adalah Rp 197 per saham.
Sementara itu, untuk menyelesaikan bunga pinjaman senilai US$ 11,33 juta, perusahaan masih harus menunggu hasil negosiasi lebih lanjut setelah mendapat persetujuan private placement dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 8 Mei 2025.
Penerbitan Saham Baru dan Persetujuan Kreditur
Sebagai bagian dari aksi korporasi ini, OKAS akan menerbitkan sekitar 656,32 juta saham baru. Jumlah ini setara dengan 27,65% dari modal ditempatkan dan disetor sebelum PMTHMETD dilakukan.
Selain mendapatkan persetujuan dari pemegang saham, pelaksanaan private placement ini juga perlu mendapat restu dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin. Hal ini mengacu pada ketentuan dalam Akta Perjanjian Kredit dan Perjanjian Jaminan No. 05 tertanggal 4 September 2024.
Dengan langkah ini, OKAS berharap dapat memperbaiki struktur keuangan perusahaan sekaligus mengurangi beban utang yang selama ini membebani kinerja keuangannya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










