Produksi Naik, Diplomasi Energi Diperketat
JAKARTA, BursaNusantara.com – Keputusan OPEC+ menambah produksi minyak sebesar 548.000 barel per hari pada September mendatang bukan sekadar manuver pasar, tetapi langkah strategis yang mencerminkan pertarungan kepentingan geopolitik antara Barat dan Timur.
Langkah ini muncul saat tekanan Amerika Serikat terhadap India agar menghentikan impor minyak Rusia semakin keras, beriringan dengan sanksi Uni Eropa terhadap Moskow.
Kepada Reuters, dua sumber menyebut keputusan ini telah disepakati secara prinsip dan akan diumumkan resmi dalam pertemuan OPEC+ pada pukul 11.00 GMT.
Selama ini, OPEC+ menjaga pengurangan produksi untuk menopang harga, namun kini mereka agresif menambah suplai guna mempertahankan pangsa pasar di tengah kekacauan pasokan akibat konflik Rusia-Ukraina.
Dorongan AS dan Balasan Timur
Keinginan Amerika agar minyak dunia tak lagi disuplai dari Rusia mengarah pada tekanan langsung kepada India, mitra dagang besar Moskow.
Namun, keputusan OPEC+ justru memberi ruang lebih luas bagi pasokan global, memperkecil daya tawar Rusia tanpa konfrontasi langsung.
Uni Emirat Arab bahkan akan diizinkan menaikkan produksinya sebesar 300.000 barel per hari, memperkuat sinyal bahwa aliansi minyak ini mulai memihak stabilitas pasar ketimbang solidaritas politik.
Tambahan produksi ini sekaligus mengakhiri pengurangan produksi besar-besaran yang sebelumnya mencapai 2,2 juta barel per hari, dimulai sejak April secara bertahap.
Pasar Minyak Hadapi Titik Balik
Jika keputusan ini resmi diumumkan, maka pengurangan produksi formal OPEC+ yang dilakukan sejak masa krisis energi global pasca-pandemi dinyatakan rampung.
Kenaikan ini bukan hanya respons terhadap permintaan global, tapi cermin dari arah baru diplomasi energi: menyeimbangkan harga, pasokan, dan tekanan geopolitik.
OPEC+ kini dihadapkan pada tantangan besar: menjaga kestabilan harga tanpa memperlemah mitra-mitra strategis seperti Rusia.
Sementara delapan anggota OPEC+ masih melakukan pemangkasan sukarela sebesar 1,65 juta barel per hari hingga akhir 2026, keseimbangan pasar bergantung pada implementasi keputusan September.
Energi Sebagai Senjata Politik
Kebijakan minyak global hari ini tak bisa dilepaskan dari peta konflik dan aliansi politik internasional.
Dengan tambahan produksi yang terus naik sejak April dari 138.000 hingga 548.000 barel per hari OPEC+ tampak bertransformasi dari penjaga harga menjadi aktor strategis global.
Alih-alih menunggu stabilitas geopolitik, OPEC+ justru menciptakan sendiri momentum pergeseran kekuatan energi.
Pertemuan OPEC+ hari Minggu tidak akan membahas pemangkasan lebih lanjut, namun dampak ke pasar global, hubungan AS–India, serta strategi Rusia ke depan, justru baru akan terlihat setelah keputusan ini dieksekusi penuh.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










