Geser Kebawah
Nasional

OTT Wamenaker Noel Guncang Iklim Dunia Usaha

340
×

OTT Wamenaker Noel Guncang Iklim Dunia Usaha

Sebarkan artikel ini
OTT Wamenaker Noel Guncang Iklim Dunia Usaha
Kasus OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer terkait dugaan pemerasan sertifikasi K3 dinilai DPR merusak iklim usaha dan kepercayaan investor.

Skandal K3 dan Dampaknya ke Dunia Usaha

JAKARTA, BursaNusantara.com – Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK menimbulkan guncangan besar di sektor usaha nasional.

Alih-alih mendapat jaminan kemudahan pengurusan perizinan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sejumlah perusahaan justru diduga menjadi korban praktik pemerasan.

Sponsor
Iklan

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan dunia usaha di tengah upaya pemerintah menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dunia usaha khawatir maraknya kasus serupa dapat merusak kredibilitas sistem perizinan dan memicu ketidakpastian regulasi.

Investor juga menilai kasus ini sebagai sinyal lemahnya tata kelola birokrasi, yang seharusnya mendukung kepastian hukum bagi dunia usaha.

Reaksi DPR: Iklim Usaha Terancam

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menegaskan kasus Noel jelas merusak iklim usaha dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional yang sedang tertekan.

Menurutnya, perusahaan membutuhkan kepastian hukum, bukan intervensi yang berujung pemerasan dalam setiap pengurusan perizinan K3.

Charles meminta kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pejabat di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan agar lebih berhati-hati menjalankan tugas.

Ia menekankan DPR mendukung penuh langkah KPK dalam menegakkan hukum di kementerian yang seharusnya melindungi pekerja dan dunia usaha.

Namun soal siapa pengganti Noel, Charles menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang hak prerogatif.

KPK Tetapkan Noel Tersangka

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengumumkan bahwa Immanuel Ebenezer resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama 10 orang lainnya dalam perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3.

Noel diduga menerima aliran dana sebesar Rp3 miliar pada Desember 2024 yang berkaitan langsung dengan proses pengurusan sertifikat.

Dana tersebut diduga berasal dari perusahaan yang terpaksa membayar agar pengurusan sertifikasi berjalan lancar.

KPK menegaskan praktik ini merugikan dunia usaha karena mengubah perizinan yang seharusnya transparan menjadi ladang pungli.

Dengan status tersangka, Noel kini menghadapi proses hukum yang berpotensi membuka jaringan lebih luas dugaan praktik koruptif di kementerian.

Kepercayaan Investor Jadi Taruhan

Bagi dunia usaha, sertifikasi K3 merupakan instrumen vital untuk melindungi tenaga kerja dan memenuhi standar operasional.

Namun dengan adanya kasus pemerasan, perusahaan ragu terhadap integritas proses sertifikasi yang seharusnya berbasis kepatuhan regulasi.

Investor menilai insiden ini bisa menurunkan daya tarik investasi karena birokrasi dianggap sarat risiko hukum dan biaya tidak resmi.

Jika tidak segera dibenahi, kasus Noel berpotensi mengurangi kepercayaan pelaku usaha terhadap reformasi birokrasi yang sedang didorong pemerintah.

Situasi ini menuntut langkah cepat Presiden Prabowo untuk memulihkan integritas lembaga dan memastikan perlindungan iklim investasi nasional.

Tinggalkan Balasan