Geser Kebawah
BisnisProperti

Pakuwon Jati (PWON) Targetkan Marketing Sales Rp 1,8 Triliun di 2025

120
×

Pakuwon Jati (PWON) Targetkan Marketing Sales Rp 1,8 Triliun di 2025

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menargetkan peningkatan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun pada tahun 2025. Angka ini mengalami pertumbuhan 16,12% dibandingkan capaian di tahun 2024 yang mencapai Rp 1,55 triliun.

Strategi Penguatan Pendapatan

Dalam rangka mencapai target tersebut, PWON terus mempertahankan diversifikasi sumber pendapatan. Perusahaan mengandalkan recurring income yang stabil dari sektor properti komersial serta meningkatkan kontribusi dari pengembangan properti sebagai penunjang pendapatan utama.

Sponsor
Iklan

“Kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pendapatan berulang dan pengembangan properti. Strategi ini memungkinkan kami untuk terus tumbuh meskipun terdapat tantangan di sektor makroekonomi,” ungkap Minarto Basuki, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PWON, Rabu (26/3).

PWON juga mendukung kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Minarto menilai langkah ini dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional, sekaligus mendukung industri properti agar tetap kompetitif.

Ekspansi Superblock dan Peningkatan Portofolio

Sejalan dengan rencana pertumbuhan, PWON akan melanjutkan ekspansi sejumlah proyek superblock. Kota Kasablanka menjadi fokus utama dengan pengembangan tambahan area ritel, hunian, serta fasilitas hotel. Hal serupa juga akan diterapkan di Gandaria City dengan memperluas area ritel, perkantoran, dan residensial.

Selain itu, perusahaan berencana membuka tiga hotel baru pada tahun 2025. Dua di antaranya akan berlokasi di superblock Pakuwon Mall Bekasi, sementara satu hotel lainnya berada di Pakuwon City Mall Surabaya.

Alokasi Investasi dan Proyeksi Keuangan

PWON telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,48 triliun untuk tahun 2025. Sebesar 59% dari dana tersebut akan dialokasikan untuk konstruksi, sementara 41% sisanya difokuskan pada akuisisi lahan dan pengembangan properti baru.

Pada tahun 2024, laba bersih PWON tercatat sebesar Rp 2,07 triliun, mengalami sedikit penurunan 1,44% secara tahunan (YoY) dari Rp 2,10 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, secara keseluruhan, pendapatan bersih perusahaan tetap tumbuh positif sebesar 8% YoY menjadi Rp 6,67 triliun.

Prospek Pasar Properti dan Tantangan

Analis PT Maybank Sekuritas Indonesia, Jazzy Refadeby, menilai bahwa meskipun faktor makroekonomi seperti penguatan indeks dolar AS sempat menjadi tantangan bagi sektor properti, kinerja PWON masih cukup solid. Sekitar 78% dari total pendapatan PWON berasal dari recurring revenue, yang mencakup sewa pusat perbelanjaan, hotel, dan perkantoran. Hal ini menjadikan PWON lebih tahan terhadap fluktuasi pasar.

Dalam laporan keuangannya, PWON mencatat bahwa segmen pusat perbelanjaan, perkantoran, dan apartemen berkontribusi Rp 3,88 triliun terhadap total pendapatan di tahun 2024, meningkat dari Rp 3,5 triliun di tahun sebelumnya. Segmen perhotelan juga tumbuh dengan pencapaian Rp 1,30 triliun, naik dari Rp 1,16 triliun di tahun 2023. Namun, sektor real estate mengalami sedikit penurunan, dari Rp 1,53 triliun di tahun 2023 menjadi Rp 1,47 triliun pada 2024.

Ke depan, Jazzy memperkirakan bahwa handover unit apartemen dari proyek Amor Bekasi dan Bella Surabaya akan menopang kinerja PWON pada 2025. Ia juga memproyeksikan pertumbuhan marketing sales sebesar 16% YoY, terutama didorong oleh proyek greenfield di Batam.

“Kami merekomendasikan beli untuk saham PWON dengan target harga Rp 580 per lembar. Sektor properti masih undervalued, tetapi diperlukan katalis positif dari sisi makroekonomi untuk menggerakkan harga saham,” ujar Jazzy.

Fokus pada Inovasi dan Digitalisasi

PWON juga mulai mengadopsi strategi digital dalam pemasaran dan pengelolaan aset propertinya. Perusahaan berencana meningkatkan integrasi teknologi dalam pengelolaan mal, apartemen, dan perkantoran guna meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan.

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan hunian ramah lingkungan dan properti berbasis keberlanjutan, PWON berkomitmen untuk mengembangkan proyek-proyek dengan konsep hijau yang lebih modern dan inovatif. Strategi ini diyakini dapat menarik lebih banyak investor serta memberikan daya saing bagi perusahaan dalam industri properti yang semakin kompetitif.

Dengan berbagai strategi yang telah dirancang, PWON optimistis dapat mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru