JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) tengah bersiap menjalankan aksi korporasi besar melalui rencana right issue sebanyak 4,71 miliar saham baru.
Aksi tersebut baru bisa digelar setelah mendapat persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari OJK, dengan batas waktu pelaksanaan selama 12 bulan ke depan.
RUPS Jadi Pintu Awal Realisasi
PALM akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2025. Lewat forum itu, perseroan bakal meminta restu investor atas rencana penerbitan saham baru demi memperkuat struktur modal dan menambah daya dorong kinerja ke depan.
Dalam prospektus awalnya, perseroan menyampaikan bahwa dana hasil right issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan diarahkan untuk memperluas portofolio investasi.
Fokus di Sektor Strategis dan Potensi Dilusi
Investasi PALM akan menyasar sektor-sektor strategis seperti sumber daya alam, teknologi, media, telekomunikasi, dan logistik.
Selain itu, dana juga akan digunakan untuk pelunasan utang dan keperluan modal kerja, baik di tingkat induk maupun entitas anak.
Perseroan juga mengingatkan bahwa pemegang saham yang tak menggunakan haknya dalam right issue ini akan terkena dampak dilusi kepemilikan.
Dengan strategi ini, PALM memberi sinyal kuat atas keseriusan ekspansi yang terukur sekaligus agresif.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









