Internasional

Pasar Asia Turun, Data Jepang Picu Kekhawatiran Investor

126
pasar asia turun data jepang picu kekhawatiran investor kompres
Pasar Asia Pasifik melemah setelah rilis data ekonomi Jepang. Penurunan pengeluaran rumah tangga memengaruhi Nikkei, Kospi, hingga ASX 200.

Pasar Asia Pasifik Melemah: Pengaruh Data Ekonomi Jepang

TOKYO, BursaNusantara.com – Pasar saham Asia Pasifik memulai hari dengan tren negatif pada Jumat (10/1/2025), setelah rilis data ekonomi terbaru dari Jepang. Data tersebut memicu kekhawatiran investor mengenai stabilitas ekonomi di kawasan.

Rilis Data Ekonomi Jepang: Pengeluaran Rumah Tangga Menurun

Pengeluaran rumah tangga riil di Jepang pada November 2024 tercatat turun sebesar 0,4% secara tahunan (YoY). Angka ini lebih baik dibandingkan prediksi jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan 0,6%, namun tetap menunjukkan pelemahan ekonomi domestik Jepang. Sebelumnya, pada Oktober 2024, penurunan lebih besar sebesar 1,3% telah tercatat.

Pendapatan riil rata-rata per rumah tangga di Jepang pada bulan tersebut mencapai 514.409 yen (setara dengan USD 3.252,98), meningkat 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pertumbuhan ini tidak cukup untuk membalikkan kekhawatiran atas lemahnya daya beli masyarakat Jepang.

Bursa Saham Asia Menanggapi Data Jepang

Dampak dari data ekonomi Jepang terlihat jelas pada bursa saham di kawasan Asia Pasifik:

  • Nikkei 225 turun 0,64% pada pembukaan perdagangan, sedangkan indeks Topix mengalami penurunan yang lebih kecil sebesar 0,34%.
  • Kospi Korea Selatan kehilangan kenaikan awalnya dan turun 0,59%, sementara Kosdaq mencatat penurunan lebih tajam sebesar 0,8%.
  • Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,39% setelah sempat berada di zona hijau di awal sesi.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index (HSI) Hong Kong menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih kuat di level 19.320, dibandingkan penutupan sebelumnya di 19.240,89.

Konteks Global: Data Tenaga Kerja AS Jadi Fokus Berikutnya

Semalam, pasar saham Amerika Serikat (AS) tutup untuk menghormati pemakaman mantan Presiden Jimmy Carter. Namun, perhatian global kini beralih ke data tenaga kerja AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat.

Para ekonom memperkirakan laporan penggajian nonpertanian (Non-Farm Payroll/NFP) dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan menunjukkan kenaikan sebanyak 155.000 pekerjaan untuk Desember 2024. Angka ini lebih rendah dibandingkan lonjakan 227.000 pada bulan sebelumnya, tetapi sesuai dengan rata-rata empat bulan terakhir.

Tingkat pengangguran di AS diperkirakan tetap stabil di level 4,2%.

Efek Domino di Pasar Asia

Kondisi global, ditambah data ekonomi Jepang yang lesu, menciptakan tekanan tambahan pada pasar Asia Pasifik. Banyak investor kini bersikap hati-hati, menanti data lebih lanjut untuk menentukan langkah investasi mereka.

Pasar Asia Turun, Data Jepang Picu Kekhawatiran Investor

Dengan ketidakpastian ini, perhatian pasar kemungkinan akan beralih ke kebijakan ekonomi masing-masing negara di kawasan, terutama yang berkaitan dengan langkah-langkah untuk menjaga daya beli dan mendukung pertumbuhan.

Kinerja pasar Asia Pasifik pada hari ini menyoroti pentingnya pengaruh data ekonomi Jepang dan perkembangan global lainnya. Para pelaku pasar kini tengah bersiap menghadapi data tenaga kerja dari AS, yang diperkirakan akan memberikan sinyal lebih jelas tentang arah ekonomi global di tahun 2025.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version