JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar modal kembali menunjukkan dinamika menarik pada perdagangan Kamis, 20 Februari 2025. IHSG mengalami koreksi tipis dengan penurunan 0,1% ke level 6.788,04. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan kondisi ini pada penutupan perdagangan hari ini.
Koreksi IHSG dan Volume Perdagangan
Rincian Pergerakan IHSG
IHSG bergerak dengan level terendah mencapai 6.755 dan tertinggi mencapai 6.836.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 18,83 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp12,32 triliun.
Aktivitas pasar tetap tinggi meskipun terjadi koreksi, menandakan ketidakpastian dan antisipasi di antara para pelaku pasar.
Distribusi Pergerakan Saham
Sebanyak 337 saham mengalami penurunan harga, sementara 245 saham naik dan 207 saham lainnya stagnan.
Kondisi ini mencerminkan adanya perbedaan sentimen antara sektor-sektor tertentu, yang menjadi acuan bagi investor dalam menyesuaikan strategi portofolio mereka.
Aktivitas Investor Asing
Net Sell dan Strategi Pelepasan
Investor asing kembali menunjukkan aktivitas agresif dengan net sell mencapai Rp787,68 miliar di seluruh pasar.
Langkah ini menambah tekanan pada IHSG dan mengisyaratkan penyesuaian strategi investasi dalam menghadapi volatilitas pasar global.
Investor asing tampak fokus melepas saham-saham big caps, khususnya di sektor perbankan, yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Daftar Saham Terbesar yang Dilego
Berikut adalah 10 saham net sell terbesar asing pada Kamis:
Langkah pelepasan besar-besaran ini menunjukkan bahwa investor asing cenderung melakukan penyesuaian portofolio dengan fokus pada saham-saham yang dianggap kurang sensitif terhadap fluktuasi pasar.
Analisis dan Prospek Pasar
Tinjauan Para Analis
Para pengamat pasar menilai bahwa koreksi tipis pada IHSG bersifat sementara.
Volume perdagangan yang tinggi memberikan sinyal adanya potensi rebound meski terdapat tekanan dari aksi net sell asing.
Meski demikian, para analis tetap waspada terhadap risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek.
Langkah Investor ke Depan
Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, diversifikasi portofolio menjadi kunci.
Investor disarankan untuk memperhatikan perkembangan kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global sebagai dasar pengambilan keputusan.
Analisis mendalam dan pemantauan terus-menerus terhadap data perdagangan BEI menjadi hal penting untuk mengantisipasi fluktuasi yang mungkin terjadi.
Kondisi pasar saat ini mengharuskan para pelaku pasar untuk lebih selektif dalam memilih saham, terutama di sektor-sektor yang terpengaruh oleh sentimen negatif dari investor asing.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












