Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Pasca Spin Off Saham ADRO Terus Merosot, Terendah Tiga Tahun

141
×

Pasca Spin Off Saham ADRO Terus Merosot, Terendah Tiga Tahun

Sebarkan artikel ini
Pasca Spin Off Saham ADRO Terus Merosot Terendah Tiga Tahun
Saham ADRO anjlok ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Buyback saham dilakukan, tetapi tekanan pasar masih kuat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terus mengalami tekanan di sesi I perdagangan Rabu (12/3/2025). Pada pukul 11.06 WIB, harga saham ADRO turun ke level Rp 1.820 atau melemah 1,62%. Bahkan, sempat menyentuh Rp 1.810, yang menjadi titik terendah dalam tiga tahun terakhir.

Kinerja Saham ADRO Tertekan Sepanjang Pekan

Sejak awal pekan, saham ADRO selalu berada di zona merah. Tren penurunan ini sudah terlihat sejak pekan lalu, di mana saham ADRO hanya mencatat satu hari penguatan di tengah tekanan jual yang tinggi.

Sponsor
Iklan

Secara bulanan, harga saham ADRO telah anjlok sekitar 18%. Sementara dalam periode year to date (ytd), saham ini sudah mengalami penurunan sebesar 25%.

Faktor utama yang menyebabkan tekanan pada saham ADRO adalah keputusan perseroan untuk melepas kepemilikan mayoritasnya di PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang merupakan entitas bisnis utama di sektor batu bara termal. Langkah ini memunculkan kekhawatiran investor mengenai prospek bisnis ADRO ke depan.

Laporan Keuangan ADRO 2024: Laba Tetap Positif

Di tengah tekanan pada harga saham, laporan keuangan ADRO tahun 2024 menunjukkan bahwa perseroan masih membukukan laba. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, ADRO mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk operasi yang berkelanjutan sebesar US$ 569,88 juta atau sekitar Rp 9,19 triliun (asumsi kurs Rp 16.129/USD).

Meskipun laba tetap positif, aksi korporasi yang dilakukan ADRO, termasuk divestasi kepemilikan di AADI, memicu spekulasi pasar yang berimbas pada penurunan harga sahamnya.

Aksi Buyback Saham ADRO

Untuk meredam tekanan di pasar, ADRO menggencarkan aksi pembelian kembali (buyback) saham. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham per 28 Februari 2025, jumlah saham treasuri ADRO meningkat menjadi 600.423.600 lembar saham, naik dari 523.747.500 lembar saham per 31 Januari 2025.

Sebelumnya, pada 31 Desember 2024, jumlah saham treasuri ADRO tercatat nihil setelah perusahaan melakukan pengurangan modal ditempatkan dan disetor dengan menarik kembali saham hasil buyback sebesar 1.227.296.100 saham atau setara 3,84% dari total saham beredar.

Aksi buyback ini merupakan bagian dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ADRO pada 26 Mei 2024. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui program buyback senilai maksimal Rp 4 triliun dengan periode pembelian selama 12 bulan sejak 16 Mei 2024.

Prospek Saham ADRO ke Depan

Meskipun ADRO masih mencatatkan laba yang solid, aksi divestasi dan kondisi pasar yang fluktuatif tetap menjadi tantangan utama. Langkah buyback saham diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi investor, tetapi belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan saham.

Investor saat ini masih menunggu kebijakan lanjutan dari manajemen ADRO terkait strategi bisnis jangka panjang, terutama dalam menghadapi perubahan di sektor batu bara dan energi global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.