Geser Kebawah
FintechKeuangan

Pembiayaan Fintech P2P Lending Diprediksi Meningkat Saat Ramadan

113
×

Pembiayaan Fintech P2P Lending Diprediksi Meningkat Saat Ramadan

Sebarkan artikel ini
Pembiayaan Fintech P2P Lending Diprediksi Meningkat Saat Ramadan
OJK memperkirakan pembiayaan fintech P2P lending meningkat saat Ramadan dan Lebaran, namun penyelenggara harus waspada terhadap potensi kredit macet.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan adanya peningkatan signifikan dalam pembiayaan fintech peer-to-peer (P2P) lending selama bulan Ramadan dan Lebaran. Namun, di tengah lonjakan permintaan pinjaman, penyelenggara diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi peningkatan kredit macet.

Lonjakan Permintaan Pinjaman Selama Ramadan dan Lebaran

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik Djafar, menyatakan bahwa kenaikan permintaan pinjaman saat Ramadan dan Lebaran terjadi pada dua jenis pembiayaan, baik produktif maupun konsumtif.

Sponsor
Iklan

“Peningkatan terjadi untuk dua-duanya baik produktif dan konsumtif,” ujar Entjik kepada Kontan, Kamis (6/3).

Melihat tren ini, para penyelenggara P2P lending diharapkan menerapkan strategi mitigasi risiko yang lebih ketat agar tidak terjadi peningkatan kredit bermasalah yang dapat mengganggu stabilitas industri.

Strategi Pengendalian Risiko Kredit Macet

Untuk mengantisipasi lonjakan pinjaman yang dapat berujung pada peningkatan kredit macet, Entjik menekankan pentingnya memperketat algoritma dalam sistem pembelajaran mesin (machine learning), khususnya dalam aspek mitigasi risiko.

“Artinya, penilaian kelayakan kredit lebih diperketat lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menambahkan bahwa tren peningkatan pembiayaan P2P lending di periode Ramadan dan Lebaran sebelumnya menjadi indikator penting bagi proyeksi tahun ini.

“Terlihat bahwa pembiayaan untuk industri pinjaman daring juga meningkat. Bercermin dari fakta tersebut dan melihat kenyataan sekarang diperkirakan untuk Lebaran tahun ini pembiayaan pinjaman daring akan meningkat,” ungkap Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (4/3).

Agusman juga berharap agar peningkatan tersebut tetap terkendali guna menghindari lonjakan kredit bermasalah. Menurutnya, di tengah tingginya minat masyarakat, kehati-hatian dalam proses penyaluran pinjaman menjadi hal yang sangat krusial.

Data Terbaru: Pertumbuhan Pembiayaan dan Risiko Kredit

Berdasarkan data OJK, outstanding pembiayaan fintech P2P lending per Januari 2025 mencapai Rp 78,50 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 29,94% secara year-on-year (YoY).

Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) fintech P2P lending per Januari 2025 tercatat sebesar 2,52%. Angka ini mengalami perbaikan dibandingkan dengan posisi Desember 2024 yang berada di level 2,60%.

Dengan potensi pertumbuhan industri yang semakin besar, para pelaku fintech diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara peningkatan volume pinjaman dan pengelolaan risiko agar industri ini tetap sehat dan berkelanjutan di masa mendatang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru