JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bussan Auto Finance (BAF) mencatat penurunan laba bersih sepanjang tahun 2024. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih BAF turun 18,04% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 303,70 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 370,55 miliar.
Kenaikan Beban Dorong Penurunan Laba
Penurunan laba bersih ini seiring dengan meningkatnya beban perusahaan. Beban operasional BAF mengalami kenaikan 4,99% secara YoY, dari Rp 4,09 triliun pada 2023 menjadi Rp 4,29 triliun pada 2024.
Sementara itu, meski laba mengalami penurunan, pendapatan BAF justru mencatat pertumbuhan sebesar 2,54% secara YoY, dari Rp 4,56 triliun menjadi Rp 4,68 triliun sepanjang 2024. Namun, peningkatan pendapatan ini tidak cukup untuk menutup kenaikan beban yang berdampak pada menurunnya laba bersih.
Perkembangan Aset dan Ekuitas
Jumlah aset BAF mengalami kenaikan tipis sebesar 0,42% secara YoY, dari Rp 14,10 triliun pada 2023 menjadi Rp 14,16 triliun pada 2024.
Di sisi lain, ekuitas perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang lebih signifikan sebesar 7,90% secara YoY. Pada 2023, ekuitas BAF tercatat sebesar Rp 2,71 triliun dan meningkat menjadi Rp 2,93 triliun pada 2024.
Liabilitas Mengalami Penurunan
Berbeda dengan ekuitas yang mengalami peningkatan, jumlah liabilitas BAF justru mengalami penurunan sebesar 1,36% secara YoY. Pada 2023, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 11,38 triliun dan turun menjadi Rp 11,22 triliun pada 2024.
Dengan perkembangan ini, BAF masih menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas meskipun pendapatan dan aset mengalami kenaikan. Perusahaan diharapkan dapat mengelola beban operasional lebih efektif untuk mempertahankan kinerja keuangan yang stabil di masa mendatang.












