JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membuka awal tahun 2025 dengan capaian pendapatan yang meningkat, meski tekanan pada sisi biaya membuat laba bersih perusahaan harus terkoreksi signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja kuartalan perusahaan makanan dan minuman kemasan ini menunjukkan bahwa total penjualan bersih MYOR mencapai Rp 9,85 triliun, tumbuh 12,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,76 triliun.
Namun demikian, lonjakan beban pokok penjualan menjadi faktor utama yang menekan laba kotor perseroan. Biaya pokok naik menjadi Rp 7,69 triliun dari sebelumnya Rp 6,32 triliun, menyebabkan laba kotor turun menjadi Rp 2,16 triliun dari posisi tahun lalu sebesar Rp 2,43 triliun.
Beban Usaha dan Laba Bersih Tergerus
Selain beban pokok, MYOR juga mencatatkan peningkatan signifikan pada beban usaha. Beban penjualan naik menjadi Rp 1,08 triliun dari sebelumnya Rp 912,78 miliar, sementara beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp 232,86 miliar dari Rp 208,42 miliar.
Kenaikan pada sisi biaya inilah yang berkontribusi terhadap penurunan tajam laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Laba tersebut tercatat hanya sebesar Rp 689,43 miliar, turun 38% dari Rp 1,12 triliun di kuartal I-2024.
Pendapatan Per Segmen dan Kondisi Neraca
Secara segmen, penjualan dari makanan olahan dalam kemasan menyumbang Rp 5,94 triliun, sementara segmen minuman olahan menyumbang Rp 4,92 triliun. Setelah dikurangi eliminasi sebesar Rp 1 triliun, penjualan bersih perusahaan berada di angka Rp 9,85 triliun.
Dalam hal neraca keuangan, total aset MYOR per Maret 2025 mencapai Rp 29,06 triliun, sedikit turun dari Rp 29,72 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, liabilitas perusahaan turun menjadi Rp 11,24 triliun dari Rp 12,62 triliun, dan total ekuitas tercatat sebesar Rp 17,82 triliun.
Saldo kas dan setara kas MYOR juga mengalami penurunan dari Rp 4,8 triliun di kuartal I-2024 menjadi Rp 3,66 triliun di kuartal I-2025, mencerminkan adanya tekanan likuiditas di tengah beban operasional yang membesar.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











