Komitmen Bisnis dan Inovasi Strategis Dorong Kinerja RISE
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), yang dikenal dengan merek Tanrise Property, melanjutkan langkah agresif dalam memperkuat fondasi bisnis properti melalui peningkatan pendapatan dan perluasan portofolio proyek.
Pada tahun buku 2024, Tanrise mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp365,5 miliar, tumbuh 31% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp279 miliar.
Lonjakan pendapatan ini ditopang kontribusi dari berbagai segmen properti, seperti apartemen, gudang, ruko, dan perkantoran.
Segmen perhotelan juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pendapatannya naik 15% secara tahunan, dari Rp189,4 miliar menjadi Rp218,5 miliar sepanjang 2024.
Proyek Strategis dan Ekspansi Portofolio
Kinerja positif berlanjut hingga awal 2025. Pada kuartal I tahun ini, Tanrise mencatatkan pendapatan sebesar Rp127 miliar, meningkat signifikan dari Rp59,5 miliar pada kuartal I-2024.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari realisasi proyek tepat waktu dan efisiensi pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Perusahaan telah menyelesaikan pembangunan dan serah terima unit apartemen Kyo Society di Surabaya.
Ini menjadi tonggak keberhasilan eksekusi proyek residensial urban yang menyasar kalangan milenial dan profesional muda.
Tak hanya itu, RISE juga memperkenalkan Jumana Residence proyek hunian modern di Krembung, Sidoarjo, yang dikembangkan dengan pendekatan inovatif terhadap desain, lanskap, dan fitur ramah lingkungan.
“Kedua proyek ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap kualitas, akurasi waktu, dan kepuasan pelanggan,” ujar CEO RISE, Belinda Tanoko, Jumat (23/5).
Aset Strategis Baru dan Arah Ekspansi 2025
Langkah ekspansi tidak berhenti pada pembangunan hunian semata. Tanrise kini memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi dua entitas besar: PT Taman Dayu dan PT Golf Taman Dayu.
Keduanya memiliki aset strategis berupa kawasan perumahan elite dan lapangan golf berstandar internasional yang dirancang oleh legenda golf Jack Nicklaus.
Akuisisi ini membuka peluang pengembangan kawasan terpadu di masa mendatang, dengan target pasar kelas menengah atas dan investor properti premium.
Memasuki 2025, Tanrise mengubah arah strategi dengan menyasar wilayah potensial di luar Jawa Timur. Fokus ditujukan pada Bali dengan rencana peluncuran Villa Ubud dan Villa Canggu, dua proyek resort hunian eksklusif yang mengusung tema alam tropis dan gaya hidup berkelas.
“Langkah ini mencerminkan visi Tanrise dalam membangun portofolio yang tak hanya beragam, tetapi juga relevan dengan dinamika gaya hidup masyarakat modern dan tren global di sektor properti,” tambah Belinda.
Perusahaan tetap memegang prinsip pengembangan yang berbasis pada kualitas tinggi, efisiensi proyek, serta inovasi dalam desain dan teknologi bangunan.
“Dengan fondasi yang kokoh, strategi yang adaptif, serta semangat inovasi yang terus dijaga, Tanrise Property optimistis dapat terus menciptakan nilai berkelanjutan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pengembang terdepan di Indonesia,” tegas Belinda Tanoko.
Analisa Saham RISE
Menurut Analis Pasar Saham Senior Mohamad Ali dari BursaNusantara.com, saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) menunjukkan sinyal teknikal yang konstruktif setelah menembus resistance jangka pendek di level Rp1.050.
“Harga RISE saat ini menguji area Rp1.060 dengan volume meningkat signifikan, mencapai 379.700 lot, jauh di atas rata-rata 20 harian. Ini merupakan indikasi awal dari akumulasi lanjutan,” kata Ali.
Pergerakan harga didukung oleh posisi Moving Average 14 dan 21 yang kini mengarah ke atas. Hal ini menunjukkan momentum kenaikan yang stabil pasca breakout dari fase konsolidasi sebelumnya.
Akumulasi tercatat kuat, dengan dua broker utama yakni PT Samuel Sekuritas Indonesia (SH) dan PT BCA Sekuritas (FZ) memborong saham dengan nilai total lebih dari Rp70 miliar.
“PT Samuel Sekuritas Indonesia (SH) memborong sebesar Rp44,7 miliar dengan rata-rata harga Rp1.062, sementara PT BCA Sekuritas (FZ) masuk Rp26,5 miliar pada harga yang sama. Ini sinyal bahwa investor institusi mulai masuk,” jelas Ali.
Indikator Accumulation/Distribution pun menunjukkan tren naik sejak awal Mei, mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai berkurang dan dominasi pembelian menguat.
Volume juga meningkat secara bertahap dalam dua minggu terakhir, memperkuat potensi kenaikan lanjutan menuju target jangka pendek di Rp1.080 hingga Rp1.100.
Rekomendasi dari Mohamad Ali:
- Buy on Weakness di area Rp1.040–Rp1.050.
- Target jangka pendek: Rp1.100
- Target jangka menengah: Rp1.200 jika sentimen proyek Bali terealisasi.
- Stop loss ketat: Rp1.020
“Jika RISE mampu bertahan di atas Rp1.060 dalam 2–3 hari ke depan, maka peluang penguatan lanjutan sangat terbuka, terutama dengan dukungan sentimen fundamental dan teknikal yang saling menguatkan,” tutup Ali.












