Aksi KorporasiPasar

Pendapatan PT Bukit Asam Melonjak 11,1%, Laba Terkoreksi

106
Pendapatan PT Bukit Asam Melonjak 11,1%, Laba Terkoreksi
PT Bukit Asam (PTBA) mencatat laba Rp5,1 triliun pada 2024, turun 16,41%, meski pendapatan naik 11,1% menjadi Rp42,7 triliun.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,1 triliun pada 2024, mengalami penurunan 16,41% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,1 triliun. Meskipun demikian, perusahaan tetap membukukan peningkatan pendapatan yang signifikan.

Pertumbuhan Pendapatan di Tengah Penurunan Laba

Pendapatan PTBA pada 2024 mengalami kenaikan sebesar 11,1%, dari Rp38,4 triliun pada 2023 menjadi Rp42,7 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh penjualan batubara, yang menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp42,08 triliun, naik dari Rp38,4 triliun di tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan pendapatan ini tidak cukup untuk menutupi peningkatan beban operasional perusahaan, yang turut mengalami lonjakan.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Raih Rekor Baru dalam Penjualan Batu Bara 2024

Beban Operasional Meningkat

Beban pokok pendapatan PTBA tercatat meningkat dari Rp29,3 triliun di 2023 menjadi Rp34,5 triliun pada 2024. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan laba bersih perusahaan.

Di sisi lain, meskipun laba bersih menurun, PTBA tetap menunjukkan fundamental keuangan yang kuat.

Kenaikan Total Aset dan Ekuitas

Baca Juga: PTBA Optimistis Geber Produksi, Target Harga Saham Naik Jadi Rp 3.100

Menurut data IDNFinancials.com, total aset PTBA per 31 Desember 2024 tercatat mengalami kenaikan 7,79% menjadi Rp41,78 triliun. Sementara itu, total ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp22,64 triliun dari Rp21,5 triliun pada tahun sebelumnya.

Meskipun menghadapi tantangan dalam efisiensi operasional, PTBA tetap optimis terhadap prospek bisnisnya ke depan, dengan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor energi dan pertambangan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version