Pendapatan Terkoreksi, Tapi YUPI Tetap Cetak Laba Bersih
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI) menutup semester I-2025 dengan performa yang kontras: pendapatan menurun, tapi laba bersih justru tumbuh, meski sangat tipis.
Penurunan pendapatan sebesar 7,1% menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,54 triliun di periode yang sama 2024 jadi sorotan utama dalam laporan keuangan YUPI yang dirilis Kamis (31/7).
Koreksi pendapatan ini secara alami menekan beberapa indikator profitabilitas operasional perusahaan.
Laba bruto tercatat susut 12,8% menjadi Rp461,22 miliar, sedangkan laba usaha juga tergerus 7% ke Rp368,90 miliar.
Namun yang menarik, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru berhasil tumbuh, meski hanya 0,1%, dari Rp313,76 miliar menjadi Rp314,20 miliar.
Efisiensi Operasional dan Strategi Biaya Jadi Penopang
Lonjakan laba bersih di tengah penurunan pendapatan menjadi sinyal bahwa manajemen YUPI masih mampu menjaga efisiensi secara konsisten.
Meskipun EBITDA mengalami kontraksi 4,8% menjadi Rp390,46 miliar, tekanan tersebut tidak terlalu dalam untuk memengaruhi bottom line secara signifikan.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa strategi efisiensi biaya dan manajemen operasional YUPI tetap berjalan efektif.
Stabilnya laba bersih di tengah tekanan pendapatan memberi kesan bahwa perusahaan tidak serta-merta bergantung pada ekspansi penjualan untuk mencetak profit.
Sebaliknya, YUPI menunjukkan kemampuan bertahan dengan mengoptimalkan struktur biaya dan menjaga margin tetap sehat.
Neraca Menguat: Aset Melejit, Liabilitas Terkendali
Pada sisi neraca, YUPI memperlihatkan pertumbuhan aset yang sangat signifikan, melonjak 34% menjadi Rp3,58 triliun dari Rp2,67 triliun per akhir 2024.
Kenaikan aset ini menunjukkan adanya ekspansi keuangan atau realokasi kekayaan perusahaan yang bisa berdampak positif jangka menengah.
Liabilitas justru bergerak sangat tipis, hanya naik 0,2% ke Rp429,17 miliar, yang menandakan rasio leverage perusahaan tetap terkendali.
Rasio aset terhadap utang yang semakin sehat bisa membuka peluang pendanaan baru di masa depan, tanpa membebani struktur keuangan jangka pendek.
Data ini memperkuat posisi keuangan YUPI sebagai perusahaan manufaktur makanan ringan yang defensif dan stabil.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











