Geser Kebawah
Nasional

Pengemudi Ojol Gelar Tritura, Tuntut Regulasi Khusus dan Potongan 10%

88
×

Pengemudi Ojol Gelar Tritura, Tuntut Regulasi Khusus dan Potongan 10%

Sebarkan artikel ini
Pengemudi Ojol Gelar Tritura, Tuntut Regulasi Khusus dan Potongan 10%
Garda Indonesia gelar aksi nasional 20 Mei 2025 tuntut payung hukum ojol, potongan aplikasi maksimal 10%, dan revisi tarif. Aksi dibarengi pemadaman aplikasi massal.

Pengemudi Online Siapkan Aksi Besar dengan Tiga Tuntutan Krusial

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Garda Indonesia bersiap menggelar aksi unjuk rasa nasional pada 20 Mei 2025.

Aksi ini akan berlangsung serentak di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, disertai pemadaman aplikasi massal sebagai bentuk protes terhadap kebijakan platform.

Sponsor
Iklan

Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia, menjelaskan aksi ini mengusung tiga tuntutan utama yang disebut Tritura Garda.

Baca Juga: BNI: Dana Nasabah Aman, Hindari Penarikan Massal

Poin pertama adalah permintaan payung hukum khusus yang lebih melindungi hak-hak pekerja ojol dibanding regulasi saat ini.

Tiga Tuntutan Inti Pengemudi

1. Payung Hukum Khusus
Pengemudi menuntut pemerintah segera menerbitkan UU khusus yang menjamin perlindungan hak pekerja ojol. Regulasi saat ini dianggap tidak memadai untuk melindungi dari praktik eksploitatif platform.

2. Penyesuaian Biaya Potongan
Tuntutan kedua adalah penurunan maksimal biaya potongan aplikasi menjadi 10%. Saat ini potongan bisa mencapai 30-50%, melanggar Kepmenhub yang membatasi maksimal 20%.

3. Reformasi Sistem Tarif
Poin ketiga menuntut revisi sistem tarif yang dinilai merugikan. Fitur seperti tarif murah jarak dekat dan sistem order ganda dianggap menekan pendapatan pengemudi.

Dukungan Legislatif dan Respons Pemerintah

Garda Indonesia telah berkoordinasi intensif dengan Komisi V DPR RI mengenai tuntutan ini. Mereka juga telah menyampaikan bukti pelanggaran potongan aplikasi kepada Kemenhub pada 7 Mei 2025, dan kini menunggu tindak lanjut.

Aksi ini menjadi penting melihat semakin banyaknya keluhan pengemudi tentang ketidakadilan sistem. Pendapatan yang terus menurun sementara beban kerja meningkat menjadi alasan utama unjuk rasa.

Protes Terencana dan Dampaknya

Unjuk rasa terencana ini diperkirakan akan berdampak besar pada layanan transportasi online di berbagai kota. Pemadaman aplikasi massal bisa mengganggu operasional platform selama aksi berlangsung.

Pengemudi berharap aksi ini bisa mendorong pemerintah dan platform untuk segera melakukan perubahan. Perlindungan hukum yang lebih kuat dan sistem yang adil menjadi tuntutan utama mereka.

Bagaimana menurut Anda tentang tuntutan pengemudi ojol ini? Apa solusi terbaik untuk masalah ini?