JAKARTA, BursaNusantara.com – Produsen mobil listrik BYD kembali mencatatkan pencapaian positif di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.
Model terbaru mereka, BYD Sealion 7, telah mendominasi penjualan dengan menyumbang sekitar 50% dari total unit yang terjual selama pameran berlangsung.
Peluncuran model SUV listrik ini langsung menarik perhatian publik, terutama berkat sesi test drive eksklusif yang digelar di IIMS, yang berhasil menciptakan antusiasme tinggi di kalangan konsumen.
Pencapaian BYD di IIMS 2025
Dominasi Penjualan dan Test Drive Eksklusif
Dalam pagelaran IIMS 2025 yang diadakan di Jakarta, BYD Sealion 7 menjadi bintang utama. Head of Marketing, PR, dan Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengungkapkan bahwa model Sealion 7 mencatatkan performa penjualan yang luar biasa, dengan kontribusi mencapai 50% dari total unit yang terjual.
“Sementara ini pergerakannya Sealion cukup mendominasi, sekitar 50%,” ujar Luther pada acara tersebut.
Sesi test drive eksklusif yang diadakan selama pameran memberikan pengalaman langsung kepada calon pembeli untuk merasakan keunggulan mobil listrik terbaru dari BYD.
Pengalaman test drive ini tidak hanya meningkatkan minat beli, tetapi juga membantu masyarakat memahami keunggulan teknologi dan performa kendaraan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Peluncuran dan Penyesuaian Harga Produk Lain
Selain meluncurkan Sealion 7, BYD juga mengumumkan penyesuaian harga untuk model-model lainnya seperti BYD Seal, Atto 3, Dolphin, dan M6.
Kenaikan harga berkisar antara Rp4 juta hingga Rp6 juta, yang disesuaikan dengan fitur dan spesifikasi masing-masing model. Penyesuaian ini diharapkan dapat menyelaraskan penawaran produk BYD dengan tren pasar dan meningkatkan daya saing di segmen mobil listrik.
Menurut Luther, pola dominasi penjualan pada saat launching merupakan tren umum setiap kali BYD meluncurkan produk baru. “Model-model lain juga tetap laku, tetapi karena ini pertama kali Sealion 7 diluncurkan dan ada test drive-nya di sini, maka antusiasmenya sangat tinggi,” tambahnya.
Tren dan Prospek Industri Mobil Listrik
Meningkatnya Kesadaran akan Kendaraan Listrik
Survei menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat, seiring dengan kesadaran yang tumbuh mengenai keunggulan teknologi EV (electric vehicle).
Faktor-faktor seperti kenaikan harga bahan bakar dan biaya perawatan kendaraan konvensional menjadi pendorong utama konsumen untuk beralih ke mobil listrik.
Dengan demikian, kehadiran BYD Sealion 7 di pasar Indonesia mendapat sambutan hangat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
Dukungan Kebijakan dan Ekspansi Pasar
Insentif dari pemerintah dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik juga berperan penting. Kebijakan insentif yang konsisten membantu menurunkan harga efektif dan meningkatkan daya tarik mobil listrik.
Selain itu, meskipun pasar EV didominasi oleh Jakarta, pertumbuhan penjualan di luar ibu kota, seperti di Medan dan Surabaya, menunjukkan potensi pasar yang semakin luas.
Luther Panjaitan optimistis dengan prospek pertumbuhan industri mobil listrik di Indonesia. “Tahun lalu, saat industri otomotif secara keseluruhan sedikit turun, penjualan EV justru naik.
Dari sebelumnya 1,7% menjadi 5%. Ini menunjukkan bahwa animo terhadap EV tidak terganggu,” ujarnya. Meskipun BYD belum mengungkapkan target market share spesifik untuk tahun ini, tren pertumbuhan yang terus meningkat memberi harapan besar bagi industri ini.
Apresiasi dan Komitmen Pemerintah
Dukungan dari Menteri Perindustrian
Kehadiran BYD Sealion 7 juga mendapat perhatian dari pihak pemerintah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memberikan komentar positif terhadap model ini, menilai bahwa peluncuran EV seperti Sealion 7 akan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan industri otomotif dan energi bersih di Indonesia.
Komunikasi yang baik antara pemerintah dan BYD mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas produk dan potensi inovasi di sektor mobil listrik.
Komitmen Inovasi dan Keberlanjutan
BYD terus berinovasi untuk menghadirkan teknologi terdepan di segmen mobil listrik. Dengan mengintegrasikan fitur-fitur canggih dan penawaran test drive eksklusif, BYD tidak hanya menarik perhatian konsumen tetapi juga mendemonstrasikan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Strategi peluncuran yang agresif dan penyesuaian harga produk lain merupakan bagian dari upaya BYD untuk mengukuhkan posisinya di pasar EV global.
Kehadiran BYD Sealion 7 di IIMS 2025 menunjukkan bahwa pasar mobil listrik di Indonesia semakin matang dan dinamis.
Dengan mendominasi penjualan hingga mencapai 50% dari total unit terjual, model ini membuktikan keunggulan teknologi dan strategi pemasaran BYD.
Penyesuaian harga produk lain, dukungan kebijakan pemerintah, serta peningkatan kesadaran konsumen tentang kendaraan listrik, semakin memperkuat prospek pertumbuhan industri EV di tanah air.
BursaNusantara.com akan terus memantau perkembangan industri mobil listrik dan memberikan analisis mendalam agar para pembaca dan investor mendapatkan informasi terkini yang akurat tentang tren pasar otomotif di Indonesia.











