Penjualan Turun, Daihatsu Masih Jaga Posisi Pasar
JAKARTA, BursaNusantara.com – Hingga Mei 2025, Daihatsu membukukan penjualan ritel sebesar 56.715 unit. Angka ini setara 17,2% dari total pasar otomotif nasional yang mencapai sekitar 329 ribu unit.
Penurunan signifikan sebesar 25,7% terjadi dibanding periode yang sama tahun lalu. Saat itu, penjualan ritel Daihatsu mencapai 76.313 unit.
Tetap Konsisten di Peringkat Dua Nasional
Meski alami penurunan, posisi pasar Daihatsu masih solid. Mereka tetap menduduki peringkat dua tertinggi di industri otomotif nasional.
Toyota berada di posisi puncak penjualan, namun gap keduanya mencerminkan daya saing ketat antar pabrikan Jepang. Hal ini menunjukkan loyalitas pasar terhadap brand Jepang masih dominan.
Tiga model menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu: Sigra menyumbang 17.823 unit atau 31% dari total. Disusul Gran Max Pick Up sebanyak 14.849 unit (26%).
Sementara Terios menyumbang 6.874 unit atau sekitar 12%. Ketiganya menjadi fondasi utama kontribusi penjualan hingga pertengahan tahun.
GIAS 2025 Jadi Momentum Dorongan Baru
Menjelang penyelenggaraan GIAS 2025, Daihatsu menyiapkan strategi khusus. Pameran otomotif berskala besar ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya minat beli konsumen.
Pabrikan telah menyiapkan berbagai skema penawaran melalui kampanye Daihatsu Mid Deals. Program ini menjadi langkah agresif dalam menyambut pasar semester kedua.
Potongan harga kendaraan baru menjadi salah satu penawaran utama. Selain itu tersedia skema pembiayaan ringan, program tukar tambah, dan bebas biaya administrasi.
Konsumen juga bisa menikmati paket kredit khusus serta potongan harga untuk layanan konsultasi. Langkah ini dirancang untuk meningkatkan transaksi saat GIAS berlangsung.
Optimisme Tumbuh Meski Pasar Terkoreksi
Tri Mulyono, Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation menyatakan optimismenya. Menurutnya, respons pasar masih sangat potensial.
“Perusahaan terus menghadirkan berbagai program layanan untuk menjawab kebutuhan konsumen, seraya berharap pasar otomotif nasional dapat terus tumbuh sepanjang tahun 2025,” ungkapnya, Minggu (15/6/2025).
Ia menegaskan bahwa dukungan program pameran seperti GIAS 2025 bisa membuka peluang ekspansi baru. Khususnya pada model-model LCGC dan kendaraan niaga ringan.
Meski daya beli masyarakat masih tertekan, insentif pembiayaan tetap menjadi daya tarik utama. Industri otomotif pun tetap menjadi indikator sentimen konsumsi domestik.
Strategi Bertahan di Segmen Pasar Volume
Daihatsu memanfaatkan posisi strategis di segmen kendaraan volume tinggi. Model Sigra dan Gran Max tetap menjadi pilihan utama pelaku usaha kecil dan keluarga.
Hal ini membuat Daihatsu mampu bertahan di tengah tekanan pasar. Strategi fokus pada kendaraan fungsional terbukti menjaga stabilitas penjualan.
Kendaraan dengan harga terjangkau dan konsumsi bahan bakar efisien tetap diburu. Apalagi dengan skema kredit yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi konsumen.
Dalam jangka pendek, GIAS 2025 dipandang sebagai katalis positif. Namun dalam jangka menengah, perusahaan dituntut terus berinovasi di tengah tren elektrifikasi industri otomotif.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










