Geser Kebawah
BankKeuangan

Penjualan Emas Melonjak di Ramadan, Harga Terus Meningkat

176
×

Penjualan Emas Melonjak di Ramadan, Harga Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini
Penjualan Emas Melonjak Di Ramadan Harga Terus Meningkat
Penjualan emas melonjak selama Ramadan meski harga terus naik. BSI dan Pegadaian mencatat peningkatan permintaan, mencerminkan tingginya minat investasi emas.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Penjualan emas selama Ramadan mengalami lonjakan signifikan, meskipun harga emas terus meningkat. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi pada aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.

Permintaan Emas Meningkat di Tengah Kenaikan Harga

Dua bank emas mencatat lonjakan pembelian emas sepanjang Ramadan. Salah satunya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang terus menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah melalui produk BSI Gold. Investasi emas dinilai sebagai langkah tepat mengingat tren kenaikan harga emas global.

Sponsor
Iklan

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik, termasuk produk BSI Gold yang memberikan solusi investasi syariah yang aman dan menguntungkan,” ujar Anton pada Jumat (21/3/2025).

Kenaikan Harga Emas Tahun Ini

Per 20 Maret 2025, harga emas di Indonesia menembus Rp 1.732.000 per gram, naik Rp 19.000 atau sekitar 1,11% dibandingkan hari sebelumnya. Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak Rp 263.360 atau 18,33% (year to date/ytd) dan mengalami kenaikan tahunan sebesar Rp 618.360 atau 55,52% (year on year/yoy).

Harga emas digital BSI di platform BYOND by BSI juga mencatat kenaikan serupa, mencapai Rp 1.732.000 per gram pada 20 Maret 2025. Sementara itu, harga emas Antam mencapai Rp 1.774.000 per gram, meningkat Rp 15.000 dari hari sebelumnya.

Peran Bank Emas dalam Mendorong Investasi

Anton menjelaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang tahan terhadap inflasi dan berstatus safe haven. Oleh karena itu, BSI semakin aktif menggarap pasar potensial melalui layanan bank emas.

Pada 26 Februari 2025, BSI resmi mendapatkan izin sebagai bank emas yang mencakup layanan penitipan dan perdagangan emas. “Dengan izin ini, nasabah dapat membeli emas secara digital dengan harga terjangkau dan keamanan tinggi. Emas yang dibeli dapat ditarik dalam bentuk emas batangan kapan saja,” jelas Anton.

Emas Digital dan Tren Pembelian di Pegadaian

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, juga mengungkapkan bahwa meskipun harga emas terus meningkat, minat masyarakat tetap tinggi, terutama menjelang Idulfitri.

“Transaksi tabungan emas melalui Pegadaian Digital melonjak signifikan. Per Februari 2025, saldo tabungan emas mencapai 11,1 ton, naik 45% dari sebelumnya 7,7 ton,” ungkap Ferdian kepada Investor Daily.

Peningkatan ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap produk emas fisik maupun digital. Selain itu, layanan Deposito Emas Pegadaian juga mengalami pertumbuhan pesat, dengan saldo mencapai lebih dari 600 kilogram pada Maret 2025, hanya satu bulan setelah diluncurkan.

Proyeksi dan Pertumbuhan Bisnis Emas

Dalam enam bulan terakhir, harga emas meningkat sekitar 22% dari Rp 1,45 juta ke Rp 1,77 juta per gram. Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan bisnis emas BSI, khususnya penjualan melalui platform digital BYOND.

Per 19 Maret 2025, penjualan BSI Emas Digital meningkat 240% secara tahunan (yoy) dan hampir 70% secara bulanan (month to date/mtd). Sementara itu, saldo emas digital BSI tumbuh 99% (yoy) dan 28% (ytd).

“Saat ini, jumlah nasabah BSI Emas Digital hampir mencapai 200 ribu. Dengan harga emas yang terus meningkat, kami memperkirakan jumlah nasabah akan bertambah 2-3 kali lipat,” kata Anton.

BSI Gold, Solusi Investasi Emas yang Mudah

BSI Gold menawarkan akses investasi emas yang lebih mudah dan kompetitif. Nasabah dapat mulai berinvestasi dengan 5 gram emas senilai Rp 8.617.300 melalui skema cicilan. Emas yang dijual memiliki standar 99,99% dengan harga jual dan beli yang lebih kompetitif.

Strategi Perbankan dalam Meningkatkan Daya Tarik Investasi Emas

Sejumlah bank dan institusi keuangan kini semakin aktif memperkenalkan produk investasi emas kepada masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya aset safe haven, beberapa bank mulai mengembangkan produk inovatif seperti tabungan emas dan reksadana emas.

Peningkatan literasi keuangan juga menjadi fokus utama bagi bank untuk menarik lebih banyak investor. Edukasi mengenai keuntungan investasi emas jangka panjang semakin sering dilakukan melalui seminar, webinar, dan kampanye media sosial.

Potensi Keuntungan Jangka Panjang dari Investasi Emas

Berdasarkan tren historis, emas memiliki kecenderungan meningkat dalam jangka panjang, menjadikannya pilihan investasi yang menarik. Dengan ketidakpastian global yang masih berlangsung, permintaan terhadap emas diperkirakan akan terus meningkat.

Analis pasar juga memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi untuk naik lebih tinggi pada tahun 2025, terutama dengan kondisi ekonomi yang belum stabil dan kebijakan moneter yang mendukung peningkatan aset safe haven.

Dengan pertumbuhan pesat investasi emas digital dan peningkatan jumlah nasabah di berbagai platform, perbankan dan institusi keuangan optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang ingin mengamankan asetnya dari fluktuasi ekonomi, investasi emas tetap menjadi salah satu pilihan terbaik.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Tinggalkan Balasan