Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Penjualan Mobil Astra 2025 Saham ASII Diramal Melesat

147
×

Penjualan Mobil Astra 2025 Saham ASII Diramal Melesat

Sebarkan artikel ini
penjualan mobil astra 2025 saham asii diramal melesat kompres
Astra International memprediksi peningkatan penjualan mobil di 2025 didukung inovasi produk dan kebijakan pemerintah. Simak rekomendasi saham ASII di sini.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Astra International Tbk (ASII) terus menunjukkan eksistensinya di industri otomotif Indonesia.

Meskipun mencatat penurunan penjualan sebesar 13,86% pada 2024, dengan total penjualan 482.964 unit dibandingkan 560.717 unit pada 2023, perusahaan ini berhasil mempertahankan pangsa pasar sebesar 56%.

Sponsor
Iklan

Tahun 2025 diharapkan menjadi titik balik bagi ASII dengan prediksi peningkatan penjualan yang signifikan.

Strategi Astra di 2025

Boy, salah satu perwakilan Astra, mengungkapkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus menyediakan produk dan layanan terbaik.

“Kami akan terus fokus memberikan berbagai produk dan layanan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Boy pada Minggu (26/1).

Astra menawarkan rangkaian produk mulai dari kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Pilihan produk mencakup segmen entry-level, mobil mewah, kendaraan penumpang, dan komersial.

Tidak hanya itu, Astra memperkuat jaringan dan ekosistem yang luas untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Namun, Boy tidak memberikan target spesifik terkait penjualan mobil tahun 2025. Astra tetap optimis menjaga pangsa pasar di tengah tantangan daya beli masyarakat.

Kebijakan Pemerintah Dorong Penjualan

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry, memproyeksikan kebijakan subsidi pajak barang mewah (PPnBM) sebesar 3% untuk kendaraan hybrid akan menjadi pendorong utama penjualan.

Penundaan implementasi pajak opsen yang sebelumnya dikhawatirkan akan meningkatkan biaya kepemilikan mobil hingga 7%-8% juga menjadi kabar baik.

Namun, tantangan tetap ada. Pemerintah merencanakan kenaikan PPN menjadi 12% mulai Februari 2025, yang akan berdampak pada harga mobil.

Misalnya, harga Toyota Avanza diperkirakan naik sekitar Rp 3 juta atau setara 1,2%. “Kenaikan ini dapat menekan daya beli masyarakat dan menjadi tantangan bagi margin keuntungan ASII,” jelas Richard.

Inovasi dan Tantangan Margin

Meskipun volume penjualan diproyeksikan meningkat, margin operasi otomotif (OPM) Astra diperkirakan hanya tumbuh tipis sebesar 1,6% (+30 bps yoy) pada 2025.

Kenaikan ini masih lebih rendah dibandingkan periode 2022-2023. Peningkatan stok Toyota di tingkat ritel sejak Juli 2024 juga menjadi tantangan tambahan.

Namun, Astra tetap berupaya mengatasi tantangan tersebut dengan berbagai inovasi. Fokus pada kendaraan listrik dan pengembangan portofolio produk menjadi strategi kunci.

Astra juga memperkuat layanan purna jual untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Rekomendasi Saham ASII

Richard merekomendasikan pembelian saham ASII dengan target harga Rp 5.900 per saham, berbasis sum-of-the-parts (SOTP).

Target ini mencerminkan price-to-earnings ratio (PER) sebesar 7,3x di 2025. Saat ini, saham ASII diperdagangkan dengan P/E 5,8x, atau -1 standar deviasi dari rata-rata lima tahun terakhir.

Namun, beberapa risiko perlu diantisipasi. Percepatan transisi kendaraan listrik yang lebih cepat dari perkiraan dapat menjadi ancaman, mengingat portofolio kendaraan listrik Astra yang masih terbatas. Selain itu, suku bunga yang tetap tinggi lebih lama dari ekspektasi juga dapat memengaruhi kinerja saham.

Astra International menunjukkan optimisme tinggi menghadapi 2025 dengan berbagai inovasi produk dan dukungan kebijakan pemerintah.

Meski menghadapi tantangan seperti kenaikan PPN dan transisi kendaraan listrik, Astra tetap fokus pada peningkatan kualitas layanan dan inovasi.

Dengan proyeksi peningkatan penjualan mobil dan rekomendasi positif dari analis, saham ASII menjadi salah satu pilihan menarik bagi investor di tahun 2025.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan