Geser Kebawah
AgrobisnisBisnis

Penurunan Ekspor Minyak Sawit Indonesia di Januari 2025

191
×

Penurunan Ekspor Minyak Sawit Indonesia di Januari 2025

Sebarkan artikel ini
Penurunan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Di Januari 2025
Ekspor dan konsumsi minyak sawit Indonesia menurun pada Januari 2025. Produksi juga melemah, berdampak pada nilai perdagangan nasional.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melaporkan penurunan volume ekspor dan konsumsi minyak sawit Indonesia pada Januari 2025. Produksi minyak sawit juga mengalami pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Produksi Minyak Sawit Menurun

Total produksi minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) pada Januari 2025 tercatat sebesar 3,828 juta ton, sedangkan produksi minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO) mencapai 356 ribu ton. Dengan demikian, total produksi CPO dan PKO mencapai 4,184 juta ton.

Sponsor
Iklan

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,25% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,237 juta ton. Jika dibandingkan dengan Januari 2024, produksi juga mengalami penurunan 9,7% dari 4,634 juta ton.

Konsumsi dan Ekspor Mengalami Pelemahan

Dari sisi konsumsi, total penggunaan minyak sawit dan turunannya pada Januari 2025 mencapai 1,871 juta ton. Angka ini lebih rendah 14,45% dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 2,187 juta ton.

Sementara itu, ekspor minyak sawit juga mengalami kontraksi. Total volume ekspor pada Januari 2025 tercatat sebesar 1,96 juta ton, turun 100 ribu ton dari Desember 2024 yang mencapai 2,06 juta ton.

Beberapa produk mengalami penurunan ekspor yang cukup signifikan, di antaranya:

  • Ekspor oleokimia turun 9,43% dari 428 ribu ton pada Desember 2024 menjadi 388 ribu ton pada Januari 2025.
  • Ekspor CPO turun drastis 43,58% dari 69 ribu ton menjadi 39 ribu ton.
  • Ekspor produk olahan CPO turun tipis 1,1% dari 1,465 juta ton menjadi 1,449 juta ton.

Dampak Penurunan Ekspor terhadap Nilai Perdagangan

Direktur Eksekutif Gapki, Mukti Sardjono, mengungkapkan bahwa selain turunnya volume ekspor, harga minyak sawit juga mengalami penurunan.

Pada Desember 2024, harga CPO tercatat sebesar US$ 1.313 per ton (CIF Rotterdam), namun mengalami penurunan menjadi US$ 1.208 per ton pada Januari 2025. Akibatnya, nilai ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari 2025 turun dari US$ 2,379 miliar (setara Rp 38 triliun) pada Desember 2024 menjadi US$ 2,274 miliar (setara Rp 36 triliun).

Secara keseluruhan, nilai ekspor minyak sawit pada Januari 2025 berkontribusi sekitar 10,9% dari total ekspor non-migas Indonesia yang mencapai US$ 20,84 miliar.

Peningkatan Stok Minyak Sawit di Dalam Negeri

Penurunan ekspor dan konsumsi minyak sawit menyebabkan stok minyak sawit di dalam negeri meningkat secara signifikan. Gapki mencatat bahwa stok akhir Januari 2025 mencapai 2,936 juta ton, naik 360 ribu ton dibandingkan stok Desember 2024 yang sebesar 2,576 juta ton.

“Dengan produksi, konsumsi, dan ekspor seperti yang telah disampaikan sebelumnya, stok akhir Januari 2025 mengalami peningkatan signifikan,” kata Mukti Sardjono dalam keterangannya pada Sabtu (29/3).

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru