JAKARTA.BursaNusantara.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang besar bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk ikut serta dalam eksplorasi tambang.
Langkah ini dianggap inovatif dan dapat membawa dampak positif terhadap pengembangan sumber daya manusia serta pemetaan cadangan mineral di tanah air.
Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR di Jakarta, Kamis (23/1/2025), Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Julian Ambassadur Shiddiq, menyampaikan bahwa izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi berpotensi diberikan kepada perguruan tinggi.
Julian menjelaskan, IUP eksplorasi bertujuan untuk mencari lokasi dan mengukur potensi cadangan mineral atau batu bara di suatu wilayah. “Pemberian IUP yang dilakukan untuk ormas maupun perguruan tinggi adalah untuk IUP eksplorasi,” ujarnya.
Tantangan dan Peluang Eksplorasi bagi Perguruan Tinggi
Berdasarkan pengalaman Kementerian ESDM, eksplorasi membutuhkan waktu minimal tiga tahun dengan biaya yang tidak sedikit. Anggaran eksplorasi diperkirakan mencapai Rp 100 juta per hektare, termasuk biaya pengeboran di empat titik serta kebutuhan bahan kimia.
Dengan tingginya biaya dan kompleksitas proses eksplorasi, perguruan tinggi diharapkan memiliki kapasitas dan komitmen yang kuat untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut.
“Walaupun nanti ditawarkan, (ormas atau perguruan tinggi) jangan sampai tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dan uangnya malah hilang,” tegas Julian.
Oleh karena itu, pemerintah juga memberikan arahan dan panduan agar perguruan tinggi memiliki pemahaman menyeluruh sebelum memulai eksplorasi tambang.
Manfaat Langkah Baru untuk Akademisi
Keputusan untuk melibatkan perguruan tinggi dalam eksplorasi tambang membawa sejumlah manfaat strategis.
Pertama, keterlibatan perguruan tinggi membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang geologi, teknik pertambangan, dan energi.
Kedua, data hasil eksplorasi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik untuk pengelolaan sumber daya mineral di masa depan.
Namun, perguruan tinggi perlu mempersiapkan diri dengan baik. Ketersediaan dana, sumber daya manusia, dan infrastruktur menjadi faktor penentu keberhasilan eksplorasi. Selain itu, kerjasama dengan pemerintah dan pihak swasta juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan teknis maupun finansial.
Pentingnya Regulasi dan Dukungan Pemerintah
Agar implementasi IUP eksplorasi bagi perguruan tinggi berjalan lancar, pemerintah perlu menyusun regulasi yang jelas dan mendukung. Peraturan tersebut harus mencakup mekanisme pemberian izin, standar operasional eksplorasi, serta pengawasan yang ketat untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Selain itu, pemerintah diharapkan memberikan insentif bagi perguruan tinggi yang berpartisipasi, seperti subsidi biaya eksplorasi atau dukungan dalam bentuk pelatihan dan teknologi. Dengan langkah ini, perguruan tinggi dapat lebih siap menghadapi tantangan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertambangan Indonesia.
Inisiatif Kementerian ESDM untuk melibatkan perguruan tinggi dalam eksplorasi tambang merupakan langkah progresif yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemampuan riset dan pengelolaan sumber daya mineral di Indonesia.
Meski demikian, tantangan biaya dan kompleksitas eksplorasi memerlukan persiapan yang matang dari pihak perguruan tinggi.
Dengan dukungan regulasi yang memadai dan kerjasama semua pihak, inisiatif ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral sekaligus mencetak generasi ahli tambang yang kompeten.











