WASHINGTON, BursaNusantara.com – Sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat, termasuk Procter & Gamble (P&G) dan Colgate-Palmolive, menghadapi gugatan hukum atas produk pasta gigi dan obat kumur anak-anak yang mengandung fluorida.
Gugatan ini diajukan oleh para orang tua di pengadilan federal di Illinois dan California, dengan tuduhan bahwa produk-produk tersebut berisiko tinggi bagi kesehatan anak jika tidak digunakan dengan benar.
Produk yang Digugat
Produk-produk yang menjadi subjek gugatan meliputi:
- Pasta Gigi Kid’s Crest milik Procter & Gamble.
- Produk-produk di bawah merek Colgate, termasuk Tom’s of Maine dan Hello.
- Obat Kumur Firefly dari Perrigo.
- Obat Kumur ACT Kids dari Sanofi.
Produk-produk ini, yang dipasarkan dengan tampilan menarik seperti warna cerah, gambar kartun, dan rasa manis seperti “Groovy Grape” dan “Silly Strawberry,” dinilai membuat anak-anak tertarik untuk mengonsumsinya. Hal ini memicu kekhawatiran karena fluorida, meski bermanfaat dalam mencegah gigi berlubang, dapat menjadi berbahaya jika tertelan dalam jumlah besar.
Peringatan Regulator Kesehatan
Regulator kesehatan AS telah lama memberikan peringatan tentang penggunaan pasta gigi dan obat kumur berbahan dasar fluorida untuk anak kecil. Mereka merekomendasikan agar:
- Produk tersebut tidak digunakan oleh anak-anak di bawah usia dua tahun.
- Anak-anak usia dua hingga enam tahun hanya menggunakan produk ini dengan pengawasan orang dewasa.
- Pasta gigi dijauhkan dari jangkauan anak-anak di bawah usia enam tahun.
Isi Gugatan
Gugatan class action ini menuduh bahwa perusahaan-perusahaan tersebut telah memasarkan produk mereka secara menyesatkan, sehingga membuat konsumen percaya bahwa produk tersebut aman untuk anak kecil. Gugatan ini juga meminta ganti rugi berupa kompensasi dan hukuman atas pelanggaran berbagai undang-undang perlindungan konsumen.
Michael Connett, mitra di firma hukum Siri & Glimstad yang mewakili para orang tua, menegaskan bahwa gugatan ini bukan tentang keberadaan produk berfluorida di pasar. “Gugatan hukum ini ditujukan kepada perusahaan yang menyesatkan konsumen agar percaya bahwa produk ini tidak berbahaya bagi anak kecil,” ujar Connett, seperti dikutip Reuters.
Bahaya Fluorida
Fluorida dikenal efektif dalam mencegah gigi berlubang ketika digunakan secara topikal. Namun, ketika fluorida tertelan dalam jumlah besar, terutama oleh anak kecil, risiko yang muncul cukup signifikan, termasuk keracunan akut hingga kematian. Pihak penggugat juga menyoroti bahwa tidak adanya peringatan yang memadai pada kemasan produk memperbesar risiko ini.
Tanggapan Perusahaan
Hingga berita ini diturunkan, Procter & Gamble, Colgate-Palmolive, Perrigo, dan Sanofi belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut. Namun, kasus ini telah memicu perdebatan publik mengenai keamanan penggunaan fluorida dalam produk untuk anak kecil.
Fluorida dan Kesehatan Manusia
Debat mengenai fluorida dan dampaknya terhadap kesehatan manusia bukanlah hal baru. Beberapa pihak mendukung penggunaannya untuk kesehatan gigi, sementara yang lain mempertanyakan keamanannya. Bahkan, Robert F. Kennedy Jr., yang pernah menjadi kandidat menteri kesehatan di bawah pemerintahan Donald Trump, telah menyatakan skeptisismenya terhadap penggunaan fluorida dalam sistem air publik.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya membaca label produk dengan seksama dan memahami risiko penggunaan produk tertentu, terutama untuk anak kecil. Dengan gugatan hukum ini, perhatian masyarakat kini kembali tertuju pada pentingnya transparansi perusahaan dalam memasarkan produk-produk konsumen.










