JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama 2025, dengan membukukan laba bersih sebesar USD920 ribu.
Pencapaian ini melonjak 464,41 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan laba bersih sebesar USD163 ribu.
Pertumbuhan Laba dan Pendapatan
Kenaikan laba bersih turut mendongkrak laba per saham dasar perseroan menjadi USD0,0009, dibandingkan USD0,0002 pada kuartal pertama tahun lalu.
Meski demikian, pendapatan PTRO justru mengalami sedikit koreksi sebesar 1,3 persen menjadi USD154,21 juta dari USD156,25 juta.
Baca Juga: Laba Bersih Petrosea Naik 464% Jadi USD920 Ribu di Q1 2025
Beban usaha langsung perseroan tercatat berkurang menjadi USD138,12 juta dibanding USD140,96 juta pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini mendorong laba kotor PTRO naik tipis menjadi USD16,09 juta dari sebelumnya USD15,28 juta.
Beban dan Penghasilan Lain
Dari sisi operasional, beban penjualan dan administrasi berhasil ditekan menjadi USD9,95 juta dari USD10,75 juta. Namun, beban bunga dan keuangan membengkak menjadi USD9,11 juta dari sebelumnya USD5,86 juta.
Sementara itu, penghasilan bunga naik signifikan menjadi USD872 ribu, dibandingkan USD221 ribu pada periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Saham Petrosea Meroket Tajam, Ungguli Kinerja Bitcoin
Beban pajak final tercatat meningkat tipis menjadi USD1,28 juta dari sebelumnya USD1,26 juta, sedangkan keuntungan dan kerugian lain-lain meroket menjadi USD6,71 juta, hampir dua kali lipat dibandingkan USD3,24 juta pada tahun lalu.
Jumlah beban secara keseluruhan berhasil ditekan menjadi USD12,76 juta dibandingkan USD14,41 juta, mendukung kenaikan laba sebelum pajak menjadi USD3,32 juta dari hanya USD870 ribu tahun lalu.
Posisi Aset dan Liabilitas
PTRO juga mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar USD1,02 juta, melesat dari USD286 ribu pada kuartal pertama 2024. Meski demikian, ekuitas perusahaan sedikit terkoreksi menjadi USD249,72 juta dibandingkan akhir 2024 sebesar USD249,75 juta.
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit 2025 Diproyeksikan Melambat: Di Bawah Target BI
Dari sisi struktur keuangan, total liabilitas PTRO membengkak menjadi USD809,46 juta dari posisi akhir tahun lalu sebesar USD617,51 juta.
Di sisi lain, total aset perusahaan mengalami lonjakan menjadi USD1,05 miliar dibandingkan USD867,26 juta pada akhir 2024, mencerminkan ekspansi keuangan yang agresif dalam mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







