Pi2Day: Bukan Sekadar Tanggal, Tapi Gerakan
Pi2Day: Bukan Sekadar Tanggal, Tapi Gerakan
Setiap 28 Juni, komunitas Pi Network merayakan Pi2Day sebagai simbol solidaritas digital.
Tahun ini, perayaannya berubah menjadi pernyataan sikap terhadap masa depan teknologi.
Pi2Day 2025 menjadi panggung bagi komunitas global untuk menyuarakan arah baru dunia digital.
1. AI untuk Rakyat, Bukan Konglomerat
Pi Network meluncurkan platform AI berbasis blockchain yang inklusif dan terbuka.
Tujuannya: menantang dominasi segelintir perusahaan besar dalam pengembangan AI.
Platform ini memungkinkan siapa pun membangun aplikasi AI tanpa harus tunduk pada sistem terpusat.
2. Staking Jadi Bentuk Dukungan Nyata
Fitur staking memungkinkan pengguna mendukung proyek Pi tanpa harus jadi developer.
Ini bentuk demokratisasi kontribusi dalam ekosistem digital yang selama ini dikuasai elite teknologi.
Staking juga membuka peluang insentif bagi pengguna aktif dan pelaku usaha lokal.
3. KYC Gelombang Kedua: Akses untuk Semua
Komunitas berharap verifikasi identitas dibuka lebih luas, terutama di negara berkembang.
KYC bukan sekadar prosedur, tapi gerbang menuju inklusi digital global yang adil dan setara.
Gelombang kedua KYC akan memperluas jumlah validator dan memperkuat jaringan sosial Pi.
4. GenAI + Blockchain: Sinergi Masa Depan
Keterlibatan Nicolas Kokkalis di forum GenAI bukan kebetulan.
Pi ingin membangun AI yang adil, transparan, dan berpihak pada manusia, bukan algoritma korporat.
Integrasi ini membuka jalan bagi dApps cerdas, verifikasi otomatis, dan moderasi konten berbasis AI.
5. Open Mainnet: Harapan yang Tak Pernah Padam
Meski belum diumumkan, komunitas yakin Pi2Day adalah langkah menuju Open Mainnet.
Bukan soal harga, tapi soal hak untuk menggunakan teknologi secara bebas dan bertanggung jawab.
Open Mainnet akan membuka akses Pi Coin ke dunia nyata dan memperluas utilitasnya secara global.
6. Pi2Day Challenge: Edukasi Lewat Eksplorasi
Pi2Day menghadirkan tantangan eksplorasi fitur baru dengan hadiah digital.
Pengguna diajak menjelajahi ekosistem, mencoba dApps, dan memahami visi Pi secara langsung.
Strategi ini memperkuat keterlibatan komunitas dan mempercepat adopsi fitur baru.
7. Komunitas Bicara: “Kami Bukan Produk, Kami Pemilik”
Di X dan Telegram, Pioneer menyuarakan satu hal: mereka ingin jadi bagian dari solusi.
Pi2Day menjadi panggung bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan oleh sistem terpusat.
Komunitas menuntut transparansi, keadilan, dan hak untuk menentukan arah teknologi.
8. Teknologi Harus Membebaskan, Bukan Mengendalikan
Pi2Day 2025 memperlihatkan bahwa teknologi bisa berpihak pada manusia, bukan hanya profit.
Dengan blockchain dan AI, Pi Network mencoba membangun sistem yang lebih adil dan inklusif.
Ini bukan utopia, tapi eksperimen sosial digital yang sedang berlangsung di depan mata kita.
Pi2Day 2025 adalah pengingat bahwa masa depan digital tak harus dikendalikan oleh segelintir elite. Komunitas global bisa membangun jalannya sendiri dan Pi Network memilih jalan itu.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









