Sidang Tahunan MPR Jadi Etalase Politik Prabowo
JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Prabowo Subianto akan menjadikan Sidang Tahunan MPR 2025 di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8/2025) pagi, sebagai momentum untuk menyatukan laporan kinerja, arah kebijakan masa depan, dan pesan simbolis kepemimpinan menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyebut pidato ini akan menjadi “epic” dan setara dengan tradisi State of the Nation Address di negara-negara maju, seperti gaya orasi tahunan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew di masa kepemimpinannya.
Dari Laporan Kinerja ke Visi Masa Depan
Pidato perdana ini akan mengulas capaian 300 hari pemerintahan Prabowo, termasuk program andalan seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Kelurahan, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Lumbung Pangan.
Sorotan juga diarahkan pada kebijakan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang menurut Habiburokhman telah dilakukan secara maksimal selama delapan bulan terakhir.
Tema Persatuan dan Kesejahteraan
Sidang Tahunan MPR 2025 mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini diprediksi menjadi benang merah pidato Prabowo, yang ingin menegaskan komitmen terhadap persatuan nasional sekaligus percepatan program pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2026.
Pidato ini tidak hanya diarahkan untuk parlemen, tetapi juga untuk publik luas. Sesuai imbauan Kementerian Sekretariat Negara, siaran langsung pidato akan tersedia di televisi, radio, YouTube, hingga platform digital lain, menjadikannya momen komunikasi nasional yang masif.
Panggung Simbolik Menjelang HUT ke-80 RI
Rangkaian acara akan dimulai pukul 09.00 WIB, diawali upacara pembukaan, mengheningkan cipta, pidato pengantar dari Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPR Puan Maharani, serta penayangan video capaian kepemimpinan Prabowo.
Setelah pidato kenegaraan, sidang akan dilanjutkan dengan agenda DPR yang diselingi lagu-lagu nusantara, sebagai simbol perpaduan politik dan budaya menjelang perayaan kemerdekaan ke-80.
Pidato Ganda di Hari yang Sama
Selain Sidang Tahunan MPR, Prabowo dijadwalkan kembali berpidato di hadapan Rapat Paripurna DPR pukul 14.30 WIB. Agenda kedua ini difokuskan pada pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yang akan menjadi kerangka fiskal bagi realisasi janji-janji kampanye.
Dengan dua panggung besar di hari yang sama, Presiden Prabowo memiliki peluang langka untuk mengonsolidasikan dukungan politik, mempertegas arah pembangunan, sekaligus mengirim pesan optimisme ke publik.
Ekspektasi Tinggi, Dinamika Tetap Ada
Habiburokhman mengakui, pelaksanaan kebijakan delapan bulan terakhir tidak luput dari dinamika dan tantangan. Namun, ia optimistis pidato ini akan memuat solusi-solusi perbaikan yang dapat menjawab kritik sekaligus membangun kepercayaan publik.
Bagi pengamat politik, Sidang Tahunan MPR 2025 bukan hanya ritual kenegaraan, tetapi juga barometer konsistensi visi dan eksekusi kebijakan. Cara Prabowo mengemas narasi, mengelola ekspektasi, dan merangkai simbol-simbol kebangsaan akan menentukan kesan publik terhadap tahun pertama pemerintahannya.












