Internasional

PM Lawrence Wong Rombak Kabinet, Pertahankan Stabilitas Ekonomi

82
PM Lawrence Wong Rombak Kabinet
PM Singapura Lawrence Wong umumkan reshuffle kabinet terbesar sejak menjabat, pertahankan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

PM Lawrence Wong Tunjuk Enam Menteri Baru dalam Kabinet Baru Singapura

SINGAPURA, BursaNusantara.com – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong merombak jajaran kabinetnya secara signifikan pasca-kemenangan telak Partai Aksi Rakyat (PAP) dalam pemilu 3 Mei 2025.

Ini merupakan reshuffle kabinet pertama di bawah kepemimpinan Wong sejak menjabat Mei tahun lalu.

Dalam pengumuman resmi pada Rabu (21/5), Wong menetapkan enam menteri baru dari total 15 portofolio kementerian, dan tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Langkah ini diambil untuk mengombinasikan energi baru dan pengalaman dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Baca Juga: DeepSeek Bawa Dana Investasi Kembali ke China

“Dunia telah berubah. Kita menghadapi ketegangan geopolitik, proteksionisme, dan ketidakpastian yang lebih besar.

Karena itu, saya pertahankan tangan-tangan berpengalaman di pucuk pimpinan,” kata Wong melalui pernyataan resmi.

Portofolio Strategis Dipertahankan, Tidak Ada Wakil PM Kedua

Dalam kabinet baru ini, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Gan Kim Yong tetap mendampingi Wong.

Tidak seperti kabinet sebelumnya, Wong memilih tidak menunjuk wakil perdana menteri kedua.

Baca Juga: Indonesia-Malaysia Sepakati Kerja Sama Strategis Energi

Sebagian besar menteri lama yang sebelumnya diangkat oleh mantan PM Lee Hsien Loong tetap dipertahankan, sebagai bagian dari strategi menjaga kontinuitas pemerintahan.

Wong menilai keseimbangan antara wajah baru dan tokoh lama diperlukan untuk menghadapi transisi yang berkelanjutan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Singapura, terutama di tengah tekanan eksternal dan kekhawatiran domestik terhadap biaya hidup.

Energi Baru: Anggota Baru Parlemen Langsung Jadi Menteri

Wong menunjuk dua anggota parlemen baru untuk langsung memegang posisi menteri. Ini menunjukkan keseriusannya dalam menjanjikan “darah baru dan ide baru” yang ia sampaikan saat kampanye.

Baca Juga: Pembiayaan UMKM BCA Syariah Capai Rp1,7 Triliun di Kuartal I-2025

Tiga menteri juga ditunjuk sebagai menteri koordinator di tiga sektor strategis: keamanan nasional, kebijakan sosial, dan layanan publik. Posisi ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor di kabinet.

Konteks Politik dan Kepercayaan Publik

Pemilu Mei 2025 menjadi pertarungan elektoral pertama bagi Wong sebagai pemimpin PAP, menggantikan Lee Hsien Loong yang telah dua dekade menjabat perdana menteri.

PAP berhasil mengamankan hampir dua pertiga suara dalam pemilu tersebut.

Kemenangan ini menjadi penegasan kepercayaan publik terhadap Wong, meskipun terdapat kekhawatiran luas soal tingginya biaya hidup di negara kota berpenduduk enam juta itu.

Singapura, yang sejak kemerdekaannya pada 1965 hanya diperintah oleh PAP, kini memasuki fase transisi politik di bawah Wong.

Reformasi kabinet ini menjadi simbol awal perubahan, dengan tetap menjaga stabilitas yang menjadi ciri khas negeri tersebut.

Sejumlah tokoh senior seperti mantan wakil perdana menteri era Lee serta menteri pertahanan terlama telah pensiun sebelum pemilu, membuka ruang regenerasi di kabinet baru Wong.

Perubahan besar ini tak hanya mencerminkan reformasi politik, tetapi juga membawa pesan bahwa Singapura bersiap menghadapi tantangan global dengan barisan pemimpin yang tangguh dan adaptif.

Silakan beri tahu jika Anda memerlukan artikel ini dalam format siaran pers, ringkasan eksekutif, atau versi multibahasa. Saya siap bantu.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version