JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan kinerja yang menjanjikan di kuartal III-2024 dengan pendapatan yang meningkat pesat. Produksi emas perusahaan mencapai 18 kilo ons (koz), tumbuh sebesar 8,8% secara kuartalan (qoq) dan 111% secara tahunan (yoy). Capaian ini ditopang oleh kenaikan kadar emas yang diolah (gold grade) menjadi 1,67 gram per ton (g/t), meningkat 6,4% qoq dan 19,3% yoy.
Analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan, menyebutkan bahwa kenaikan kualitas bijih emas yang diolah ini selaras dengan peningkatan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas sebesar US$ 2.347 per ons (oz), tumbuh 22,6% yoy.
Namun demikian, biaya tunai produksi BRMS juga mengalami peningkatan. Pada kuartal III-2024, biaya tunai perusahaan naik 20% qoq dan 61,2% yoy menjadi US$ 1.219 per ons. Peningkatan ini disebabkan oleh operasional penuh fasilitas pengolahan bijih emas metode carbon in leach (CIL) dengan tingkat pemulihan yang mencapai 90%.
Margin dan Laba BRMS
Meski biaya tunai meningkat, margin tunai BRMS tetap menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 10% yoy, meskipun sedikit menurun 3,5% secara kuartalan menjadi US$ 1.274 per ons. Hal ini mencerminkan kekuatan kinerja operasional perusahaan di tengah tantangan biaya yang lebih tinggi.
Namun, laba bersih BRMS sepanjang periode Januari hingga September 2024 dilaporkan berada di bawah ekspektasi Samuel Sekuritas dan konsensus. Hal ini disebabkan oleh peningkatan biaya bunga sebesar US$ 3,3 juta atau naik 41,1% qoq.
Rencana Ekspansi dan Target Produksi
BRMS berencana memulai operasional pabrik ketiga dengan metode heap leach pada kuartal IV-2024, menambah kapasitas produksi sebesar 4.000 ton per hari (tpd). Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas penambangan bawah tanah pada 2027, yang diproyeksikan akan meningkatkan produksi emas menjadi 145,4 koz per tahun.
Hingga September 2024, produksi emas BRMS telah mencapai 45,4 koz. Dengan rencana ekspansi ini, perusahaan menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan.
Rekomendasi Saham dan Target Harga
Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BRMS dengan target harga Rp 500 per saham. Penilaian ini didasarkan pada metode sum of the parts (SOTP) yang mencerminkan nilai enterprise value (EV) per cadangan sebesar US$ 26,6 per ton.
Selain BRMS, rekomendasi beli juga diberikan kepada sejumlah emiten penghasil emas lainnya, yaitu:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- Target Harga: Rp 12.000
- Potensi Cuan: 28%
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- Target Harga: Rp 3.050
- Potensi Cuan: 58%
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- Target Harga: Rp 1.800
- Potensi Cuan: 20%
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
- Target Harga: Rp 500
- Potensi Cuan: 19%
Perbandingan Kinerja Emiten
Dalam perbandingan kinerja saham, MDKA menawarkan potensi cuan tertinggi sebesar 58% dibandingkan emiten lain. Namun, BRMS tetap menjadi opsi menarik dengan strategi ekspansi dan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
Sebagai perusahaan dengan fokus pada pengolahan bijih emas berkualitas tinggi, BRMS memiliki keunggulan operasional yang signifikan. Meski menghadapi tantangan biaya produksi, prospek pertumbuhan jangka panjang tetap solid berkat rencana ekspansi dan diversifikasi operasionalnya.
Dengan strategi ekspansi yang agresif dan potensi pertumbuhan produksi emas yang tinggi, saham BRMS memberikan peluang investasi menarik, meskipun potensi cuan saat ini lebih rendah dibandingkan AMMN, MDKA, dan ANTM. Investor disarankan untuk mencermati perkembangan rencana operasional BRMS serta kinerja emiten lain di sektor pertambangan emas.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









