Geser Kebawah
PasarSaham

Potensi Cuan Saham EXCL, TLKM, dan ISAT di Sektor Telekomunikasi

137
×

Potensi Cuan Saham EXCL, TLKM, dan ISAT di Sektor Telekomunikasi

Sebarkan artikel ini
potensi cuan saham excl, tlkm, dan isat di sektor telekomunikasi kompres
Saham EXCL, TLKM, dan ISAT berpotensi mencetak cuan tinggi. Simak analisis terbaru mengenai tren dan rekomendasi investasi sektor telekomunikasi.

Saham Telekomunikasi Berpotensi Cuan Tinggi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Peringkat saham sektor telekomunikasi dipertahankan overweight, yang berarti berpotensi mencetak kinerja lebih baik dibandingkan IHSG ataupun sektor lainnya. Lantas, bagaimana prospek saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indosat Tbk (ISAT) ke depan?

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja dan Wilbert Arifin, mengungkapkan bahwa sektor telekomunikasi beralih ke siklus 28 hari untuk meningkatkan frekuensi pembelian dan pendapatan. Indosat (ISAT) telah sepenuhnya beralih, Telkom (TLKM) meluncurkan paket ‘Super Seru’, sementara XL Axiata (EXCL) belum mengadopsi.

Sponsor
Iklan

“ISAT menaikkan harga paket jangka pendek sebesar 4-11%, sedangkan TLKM dan EXCL tetap stabil. Tarif pada Januari naik 0,4% mom, yield meningkat 9,5% mom, yang didorong oleh penghapusan kuota bonus by.U,” tulis Daniel dan Wilbert dalam risetnya.

Strategi dan Perubahan Harga Paket Internet

Sementara itu, First Media menurunkan kecepatan paket value-tier sebesar 25 mbps, yang meningkatkan yield menjadi Rp 3.203/mbps atau naik 5,9% mom. Oxygen menaikkan kecepatan semua paket tanpa menaikkan harga, sehingga menekan yield turun 29,7% mom.

“Penyedia FBB (fixed broadband) lain belum menyesuaikan harga, sementara diversifikasi para operator jaringan seluler (mobile network operator/MNO) tetap mendukung pertumbuhan di sektor telekomunikasi,” jelas Daniel.

Di sisi lain, Axiata Group berencana melepas saham PT Link Net Tbk (LINK) senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 16,2 triliun. Hingga Desember 2024, Axiata menguasai 75,42% saham LINK. Sedangkan EXCL memiliki 19,22% saham LINK. Pada Mei 2024, Axiata melepas 1% saham LINK senilai Rp 31 miliar.

“Jika divestasi terealisasi, EXCL berpotensi mendapatkan dividen spesial, sehingga bisa mendorong kinerja saham,” sebut dia.

Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan

Mirae Asset Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor telekomunikasi seiring adanya konsolidasi mobile dan FBB. Pilihan utamanya adalah XL Axiata (EXCL) dan Telkom (TLKM).

Rekomendasi saham EXCL dan TLKM adalah buy. Target harga saham EXCL dipatok sebesar Rp 2.900 dan TLKM Rp 3.600. Jika mengacu pada harga saat ini, potensi cuan saham EXCL tergolong tinggi mencapai 26% dan TLKM sebesar 39%.

Bagaimana dengan Indosat (ISAT)? Meski bukan pilihan utama, saham ISAT tetap direkomendasikan buy oleh Mirae. Target harga saham ISAT sebesar Rp 3.200. Potensi cuan sahamnya sebesar 44%.

Risiko utamanya jika rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) di bawah ekspektasi dan terjadi persaingan yang makin ketat.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.