Geser Kebawah
BisnisProperti

PP Presisi Catat Laba Tumbuh, Dividen Tahun 2024 Tidak Dibagikan

105
×

PP Presisi Catat Laba Tumbuh, Dividen Tahun 2024 Tidak Dibagikan

Sebarkan artikel ini
PP Presisi Catat Laba Tumbuh, Dividen Tahun 2024 Tidak Dibagikan
PP Presisi raih laba bersih Rp 90,33 miliar di 2024, namun putuskan tidak bagikan dividen dan alokasikan laba ke saldo ditahan.

Kinerja Solid PPRE di Tahun 2024 dan Keputusan Dividen

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 90,33 miliar sepanjang tahun 2024, tumbuh 12,61% dari capaian tahun sebelumnya Rp 80,21 miliar.

Namun, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024, perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

Sponsor
Iklan

Alokasi Laba Bersih Tahun 2024

Direktur Utama PPRE, Arzan, menyatakan bahwa laba bersih akan dialokasikan sebagian sebesar Rp 4,52 miliar atau sekitar 5% sebagai cadangan wajib.

Sisanya, yakni sekitar Rp 85,82 miliar atau 95%, akan dimasukkan ke dalam saldo laba ditahan. Kebijakan ini dianggap strategis untuk mendukung pengembangan usaha berkelanjutan.

Pendapatan dan Kontrak Baru PPRE

Pendapatan PPRE selama 2024 juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, naik 11,47% menjadi Rp 3,79 triliun. Pendapatan ini bersumber dari kontrak baru senilai Rp 6,8 triliun.

Dua lini bisnis utama memberikan kontribusi signifikan, dengan jasa pertambangan (mining services) menyumbang 70% dan pekerjaan sipil (civil work) sebesar 28%. Sisanya sebesar 2% berasal dari lini bisnis pendukung lainnya.

Strategi Perusahaan dan Proyeksi Bisnis

Menurut Arzan, pencapaian ini menggambarkan ketangguhan strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis serta menjadi landasan kuat untuk pengembangan jangka panjang.

Perubahan Struktur Kepemimpinan

Sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur kepemimpinan, RUPST juga menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.

Susunan terbaru Dewan Komisaris meliputi Komisaris Utama dan Komisaris Independen Narwanto, Komisaris Maulana Malik Ibrahim, serta Komisaris Albert SM Simangunsong.

Untuk jajaran direksi, Rizki Dianugrah diangkat sebagai Direktur Utama. M. Arif Iswahyudi memegang posisi Direktur Keuangan dan Human Capital Management, sementara Yovi Hendra dipercaya sebagai Direktur Pengelolaan Bisnis dan Operasi.

Keputusan strategis dan perubahan kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkokoh posisi PPRE dalam industri konstruksi dan pertambangan yang kompetitif.