Kinerja Solid PPRE di Tahun 2024 dan Keputusan Dividen
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 90,33 miliar sepanjang tahun 2024, tumbuh 12,61% dari capaian tahun sebelumnya Rp 80,21 miliar.
Namun, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024, perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.
Alokasi Laba Bersih Tahun 2024
Direktur Utama PPRE, Arzan, menyatakan bahwa laba bersih akan dialokasikan sebagian sebesar Rp 4,52 miliar atau sekitar 5% sebagai cadangan wajib.
Sisanya, yakni sekitar Rp 85,82 miliar atau 95%, akan dimasukkan ke dalam saldo laba ditahan. Kebijakan ini dianggap strategis untuk mendukung pengembangan usaha berkelanjutan.
Pendapatan dan Kontrak Baru PPRE
Pendapatan PPRE selama 2024 juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, naik 11,47% menjadi Rp 3,79 triliun. Pendapatan ini bersumber dari kontrak baru senilai Rp 6,8 triliun.
Dua lini bisnis utama memberikan kontribusi signifikan, dengan jasa pertambangan (mining services) menyumbang 70% dan pekerjaan sipil (civil work) sebesar 28%. Sisanya sebesar 2% berasal dari lini bisnis pendukung lainnya.
Strategi Perusahaan dan Proyeksi Bisnis
Menurut Arzan, pencapaian ini menggambarkan ketangguhan strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis serta menjadi landasan kuat untuk pengembangan jangka panjang.
Perubahan Struktur Kepemimpinan
Sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur kepemimpinan, RUPST juga menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.
Susunan terbaru Dewan Komisaris meliputi Komisaris Utama dan Komisaris Independen Narwanto, Komisaris Maulana Malik Ibrahim, serta Komisaris Albert SM Simangunsong.
Untuk jajaran direksi, Rizki Dianugrah diangkat sebagai Direktur Utama. M. Arif Iswahyudi memegang posisi Direktur Keuangan dan Human Capital Management, sementara Yovi Hendra dipercaya sebagai Direktur Pengelolaan Bisnis dan Operasi.
Keputusan strategis dan perubahan kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkokoh posisi PPRE dalam industri konstruksi dan pertambangan yang kompetitif.











