Geser Kebawah
BisnisHeadlineProperti

Prabowo Kaji Ulang PSN PIK 2 Aguan: Prioritas untuk Kepentingan Rakyat

168
×

Prabowo Kaji Ulang PSN PIK 2 Aguan: Prioritas untuk Kepentingan Rakyat

Sebarkan artikel ini
prabowo kaji ulang psn pik 2 aguan prioritas untuk kepentingan rakyat kompres
Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi ulang Proyek Strategis Nasional (PSN) termasuk PIK 2 untuk memastikan manfaat optimal bagi rakyat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, yang diinisiasi oleh Agung Sedayu Group milik Sugianto Kusuma alias Aguan.

Sponsor
Iklan

Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat.

Evaluasi Menyeluruh Proyek Strategis Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kajian terhadap PSN dilakukan secara berkesinambungan. “PSN dikaji terus-menerus,” ungkap Airlangga dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Jakarta pada Kamis (16/1/2025). Bahkan, proyek PIK 2 turut menjadi bagian dari evaluasi ini.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bertekad mengevaluasi proyek-proyek strategis yang dinilai kurang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Pak Prabowo akan melakukan evaluasi proyek strategis nasional yang kurang berguna untuk rakyat,” tegasnya.

Dasco juga menyebut bahwa langkah ini mungkin akan menimbulkan ketidakpuasan di beberapa pihak, tetapi Presiden tetap berkomitmen melanjutkan evaluasi demi kepentingan rakyat.

Isu yang Melingkupi PSN PIK 2

Proyek PIK 2, yang mencakup pengembangan Green Area dan Eco-City di Provinsi Banten, telah menjadi perhatian khusus. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan sejumlah permasalahan terkait proyek ini.

Salah satu masalah utama adalah ketidaksesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) proyek ini dengan RTRW Kabupaten/Kota. Nusron menyatakan bahwa kawasan ini juga beririsan dengan hutan lindung.

“Dari total area pengembangan seluas 1.700 hektare, sebanyak 1.500 hektare di antaranya merupakan kawasan hutan lindung. Hutan lindung tersebut belum mengalami penurunan status,” jelas Nusron. Akibatnya, rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk proyek ini belum dapat diterbitkan.

Masalah lain yang dihadapi adalah absennya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk proyek tersebut. “Kami sedang mengkaji apakah akan memberikan rekomendasi KKPR atau tidak,” tambah Nusron.

Komitmen Prabowo terhadap Kepentingan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus selalu berpihak kepada rakyat.

Dalam beberapa kesempatan, ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang digunakan dalam pembangunan berasal dari uang rakyat, sehingga harus memberikan manfaat maksimal. “Kita harus tahu bahwa infrastruktur ini dibangun dengan uang rakyat,” ujar Prabowo.

Ia juga meminta agar efisiensi dan kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut. “Yakinkan bahwa semua yang dibangun sesuai spesifikasi, efisien, dan berkualitas,” tegasnya.

Manfaat dan Tantangan PSN PIK 2

Proyek Tropical Coastland di PIK 2 memiliki nilai investasi yang fantastis, yakni Rp65 triliun, dan diharapkan dapat menyerap 6.235 tenaga kerja langsung serta 13.550 tenaga kerja tidak langsung.

Namun, potensi ini harus diimbangi dengan penyelesaian berbagai permasalahan yang ada. Pemerintah menginginkan agar proyek ini benar-benar mendukung pembangunan ekonomi sekaligus melestarikan lingkungan.

Langkah evaluasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa proyek strategis tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Dengan demikian, pembangunan nasional dapat berjalan seiring dengan prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang melakukan langkah penting dalam mengkaji ulang Proyek Strategis Nasional, termasuk PIK 2.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya efisien dan berkualitas tetapi juga sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Dengan evaluasi ini, diharapkan semua proyek strategis nasional dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru