Geser Kebawah
BankHeadlineKeuangan

Prabowo Rombak Direksi Bank Himbara: Akhiri Era Konglomerat

224
×

Prabowo Rombak Direksi Bank Himbara: Akhiri Era Konglomerat

Sebarkan artikel ini

Bersih-Bersih BUMN: Prabowo Siap Copot Direksi Bank Himbara yang Hanya Manjakan Pengusaha Besar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah radikal dengan rencana perombakan total jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara (Himbara).

Keputusan strategis ini muncul setelah pemerintah mencermati tata kelola perbankan plat merah yang memprihatinkan. Saat ini, Bank Himbara terlihat lebih memprioritaskan penyaluran kredit kepada konglomerat daripada rakyat kecil.

Sponsor
Iklan

Oleh karena itu, pemerintah ingin menghentikan praktik birokrasi yang rapuh dan memperkuat sistem pengawasan di tubuh BUMN. Selain itu, langkah ini merupakan bagian dari visi besar Presiden untuk memastikan kekayaan alam Indonesia tidak hanya menguntungkan segelintir pengusaha besar.

Kebocoran Anggaran Rp5.770 Triliun dan Ketimpangan Ekonomi

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkap data mengejutkan mengenai kondisi ekonomi nasional di Bogor, Sabtu (31/01).

Ia menyebut adanya dugaan kebocoran anggaran yang mencapai angka fantastis, yakni Rp5.770 triliun. Angka ini menjadi alarm keras agar pemerintah segera membenahi kursi pimpinan di sektor perbankan.

Ketimpangan ekonomi kini berada pada level yang mengkhawatirkan karena hanya sekitar 10 pengusaha besar yang menguasai kekayaan alam kita.

Sjafrie menuding beberapa oknum menjalankan bisnis dengan kedok legal namun praktiknya merugikan negara secara masif. Akibatnya, Bank Himbara sebagai pilar ekonomi wajib mengubah haluan agar lebih berpihak pada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Metode Talent Scouting: Mencari Pimpinan Berjiwa Nasionalis

Pemerintah kini menerapkan metode talent scouting untuk mencari pengganti seluruh direksi Bank Himbara. Fokus pencarian tidak lagi menyasar sosok lama yang berada di lingkaran kekuasaan. Presiden Prabowo mencari figur generasi muda yang cerdas, profesional, dan memiliki integritas tinggi.

Pimpinan baru wajib memiliki jiwa nasionalisme yang kuat untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Jadi, kriteria utama bukan lagi sekadar keahlian finansial, melainkan komitmen moral untuk menutup celah kebocoran anggaran.

Pemerintah meyakini bahwa generasi baru ini mampu membawa Bank Himbara menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang transparan.

Reformasi Total Demi Ekonomi Rakyat Kecil

Langkah pencopotan ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada tempat bagi pejabat BUMN yang hanya melayani kepentingan oligarki.

Sjafrie menegaskan bahwa kualitas pimpinan menjadi sumber utama lemahnya sistem pengawasan. Oleh sebab itu, perombakan ini menjadi keharusan demi menyelamatkan aset negara dari praktik bisnis yang merugikan.

Investor dan masyarakat kini menanti pengumuman resmi mengenai nama-nama baru yang akan mengisi kursi panas Bank Himbara.

Dengan pimpinan yang tepat, perbankan nasional mampu menyalurkan modal secara adil. Transformasi ini menjadi kunci bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan ketimpangan ekonomi yang kronis.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.